TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Skuad PSM Makassar mendapat jatah libur selama 12 hari, mulai 13 hingga 24 Maret 2026.
Para pemain akan kembali berkumpul dan menjalani latihan setelah Lebaran pada Rabu (25/3/2026).
Libur ini diberikan karena kompetisi memasuki masa jeda untuk libur Idulfitri dan agenda FIFA Series 2026.
“Iya hari ini tim sudah diliburkan. Rencana 25 Maret kembali berlatih,” kata Asisten Pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin saat dihubungi Tribun-Timur.com, Jumat (13/3/2026).
Meski mendapat jatah libur, para pemain tidak bisa bersantai sepenuhnya.
Ahmad Amiruddin mengatakan pemain tetap diberikan menu latihan mandiri untuk menjaga kebugaran.
Menu latihan tersebut antara lain lari, angkat beban, dan beberapa latihan fisik lainnya.
Setiap pemain juga wajib melaporkan hasil latihan kepada tim pelatih setiap hari.
Kebugaran fisik pemain menjadi perhatian serius tim pelatih.
Jika kondisi fisik menurun, hal itu dikhawatirkan memengaruhi performa pemain saat kembali bertanding.
Apalagi, PSM Makassar masih harus menjalani sembilan pertandingan sisa musim ini.
Kemenangan menjadi target utama agar klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) ini bisa menjauh dari ancaman degradasi.
Persaingan tim di papan bawah klasemen juga cukup ketat.
Enam tim terbawah bersaing untuk bertahan di Super League musim depan, dengan jarak poin hanya dua hingga empat poin.
Saat ini, PSM Makassar berada di peringkat 13 dengan 24 poin.
Tim ini terpaut empat poin dari Madura United yang berada di posisi 16 atau batas atas zona degradasi.
“Kami menekankan kepada para pemain untuk menjaga kondisi,” ujar Ahmad Amiruddin yang akrab disapa Amir.
Sebelum libur, tim pelatih juga melakukan penimbangan berat badan pemain.
Langkah ini dilakukan untuk memantau kondisi fisik dan kedisiplinan pemain selama masa libur.
Pemain yang tidak menjaga kondisi fisik berpotensi mengalami kenaikan berat badan.
Jika hal itu terjadi, pemain akan dikenai sanksi denda saat kembali latihan.
“Ada denda bagi pemain yang kelebihan berat badan saat kembali latihan nantinya. Dendanya berupa pembayaran uang,” ujar pelatih kelahiran Bone tersebut.
Pengamat sepak bola Imran Amirullah menilai keputusan manajemen meliburkan pemain merupakan langkah tepat.
Menurutnya, waktu libur dapat dimanfaatkan pemain untuk menyegarkan pikiran, menghilangkan tekanan pertandingan, bersilaturahmi dengan keluarga, serta beribadah.
Pasalnya, setelah masa libur berakhir, PSM Makassar akan menghadapi pertandingan-pertandingan krusial.
“Saatnya PSM Makassar melupakan beban yang ada, menikmati waktu libur dan berkumpul bersama keluarga. Ketika kembali latihan, pikiran lebih segar,” kata Imran.
Meski begitu, ia mengingatkan para pemain tetap menjaga profesionalitas.
Program latihan yang diberikan pelatih harus dijalankan dengan disiplin agar kondisi fisik tetap terjaga.
“Pekerjaan rumah atau menu latihan harus dijalankan supaya fisiknya tetap terjaga,” ujarnya.
Imran juga menilai kebijakan denda bagi pemain yang tidak menjaga kondisi fisik merupakan langkah positif.
Menurutnya, hal tersebut dapat membuat pemain tetap disiplin serta menjaga pola makan, terutama saat momen Idulfitri.
“Bagus kalau ada denda. Artinya pemain disiplin. Kalau mau makan banyak, latihannya juga harus intens supaya berat badan tetap ideal,” kata mantan asisten pelatih PSM Makassar tersebut. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.