Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Puluhan warga Gampong Neuhen, Kecamatan Batee, Pidie mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie, Kamis (12/3/2026).
Kedatangan warga ke Kantor DPMG Pidie itu guna mempertanyakan bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa atau DD tahun 2025, yang tidak disalurkan kepada warga sebagai penerima manfaat.
Pantauan Serambinews.com, Kamis (12/3/2026), sekitar 20 warga Gampong Neuhen mendatangi Kantor DPMG Pidie menggunakan pikap Suzuki Carry.
Warga yang datang itu didominasi kaum pria yang mayoritas menggunakan kain sarung.
Kedatangan warga itu diterima Kabid Pemberdayaan DPMG Pidie, Kamarullah, ST.
Samsul Bahri (55), warga Gampong Neuhen, Kecamatan Batee kepada Serambinews.com, Kamis (12/3/2026), mengatakan, sekitar 22 warga tidak mendapatkan BLT tahun 2025.
Kata Samsul, warga telah sudah mempertanyakan kepada keuchik terhadap BLT, bahwa BLT jatah warga tidak diberikan lagi.
Baca juga: Ramai Isu BLT Kesra Rp900 Ribu Cair Awal 2026, Begini Cara Cek Penerimanya
Namun, kata keuchik, BLT jatah warga tidak ada lagi karena telah dipotong.
"Kami sempat tanyakan kenapa dipotong, namun keuchik menjawab tidak mengetahui alasan dana itu dipotong," jelasnya.
Dikatakan dia, jumlah bulan BLT yang tidak diterima warga bervariasi.
Artinya, jelas Samsul, ada warga menerima tiga bulan.
Namun, sebagian warga justru tidak menerima BLT selama satu tahun.
Seperti isteri Alamsyah bernama Baren Haji hanya menerima tiga bulan.
"Kami tidak puas hati menerima penjelasan dari keuchik, sehingga kami menanyakan BLT tidak diberikan lagi ke kantor camat. Namun, camat juga menjawab telah dipotong," kata Samsul didampingi warga lainnya.
Baca juga: Eks Kades Karang Tengah Ditahan, Diduga Korupsi BLT Dana Desa Rp1,35 Miliar untuk Modal Nyaleg
Menurutnya, warga tidak puas dengan penjelasan di kecamatan, akhirnya warga mengadu ke Kantor DPMG Pidie terhadap alasan BLT tidak diberikan.
"Jadi penjelasan dari DPMG bahwa BLT jatah warga tidak dipotong. DD lebih dahulu diprioritaskan untuk BLT,” tutur dia.
“Dana tersebut sudah digunakan ke tempat lain, kami minta BLT kami harus dibayar. Sebab, kami sangat butuhkannya," ujarnya.
Kepala DPMG Pidie, Wahidin didampingi Kabid Pemberdayaan, Amarullah kepada Serambinews.com, Kamis (12/3/2026), menyebutkan, dana desa (DD) dibagi dua.
Adalah DD ditentukan penggunaan atau earmarked dan DD tidak ditentukan penggunaannya atau non-earmarked.
" DD ditentukan penggunaannya telah tuntas cair. Salah satu DD ditentukan penggunaannya adalah BLT," sebutnya.
Dijelaskan Wahidin, DD yang tidak ditentukan penggunaannya untuk tahap satu, tuntas penggunaannya.
Tahap dua pemberlakuan nasional tidak dikirim lagi ke RKUG.
Baca juga: Jangan Sampai Hangus, Kemensos Ingatkan Batas Akhir Pencairan BLT Kesra 31 Desember 2025
Imbasnya muncul persoalan di gampong, di mana DD ditentukan penggunaannya yang lebih awal digunakan.
Kata Amarullah, BLT jatah Gampong Neuhen tiga bulan adalah Oktober, November, dan Desember tidak dibayar yang jumlahnya sekitar Rp 18 juta.
BLT itu dialihkan untuk bangun pasar.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.