TRIBUNNEWS.COM - Legenda pelatih Italia Fabio Capello memberi wejangan untuk pelatih Inter Milan Cristian Chivu setelah kalah dalam Derby della Madonnina.
Inter Milan untuk kedua kalinya kalah dari AC Milan dalam pertemuan di Liga Italia musim ini, keduanya dengan skor identik 1-0.
Pada putaran pertama November tahun lalu, Inter tumbang 0-1 karena gol Christian Pulisic. Yang terbaru, Nerazzurri kalah lagi lewat gol semata wayang Pervis Estupinan.
Fabio Capello menilai kekalahan Inter Milan dari AC Milan dalam Derby della Madonnina sebenarnya bukanlah ancaman secara langsung dan yang terbesar bagi perburuan gelar Serie A musim ini.
Menurut Capello, ancaman terbesar justru berasal dari faktor psikologis setelah dua kali kalah dari rival sekota dalam derby musim ini.
Mantan pelatih AC Milan ini menilai tim asuhan Cristian Chivu masih berada di posisi sangat kuat dalam perburuan Scudetto.
Meski kalah, tim asuhan Cristian Chivu masih di puncak dengan 67 poin, unggul tujuh poin dari AC Milan, dengan 10 pertandingan tersisa.
Namun Capello mengingatkan bahwa tekanan mental setelah kekalahan derby bisa memengaruhi performa tim jika tidak segera diatasi.
Baca juga: Sisa Derby Della Madonnina Milan vs Inter: Handball Ricci Picu Perdebatan, Pakar Wasit Angkat Bicara
Capello menilai Chivu sejauh ini berhasil membangkitkan kembali ruang ganti Inter setelah kekecewaan akibat kekalahan di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain.
Ya, Inter pernah tumbang memalukan 5-0 di final Liga Champions musim lalu, sekaligus menjadi akhir kebersamaan dengan Simone Inzaghi.
Chivu tak disangka bisa membawa kebangkitan. Namun Capello menegaskan bahwa tantangan berikutnya adalah menghapus bayang-bayang kekalahan derby dari pikiran para pemain.
Kekalahan dua kali dalam derby bisa mengganggu psikologis pemain. Ia pun menyarankan pendekatan sederhana yang harus dilakukan sang pelatih di ruang ganti.
Menurut Capello, Chivu harus mengingatkan para pemain seperti Nicolò Barella dan rekan-rekannya bahwa Inter tetap tim terkuat di liga.
"Masuklah ke ruang ganti dan katakan kepada mereka: kita adalah tim terkuat, mari kembali menikmati permainan," kata kepada Gazzetta, sebagaimana dilansir Football Italia.
Capello juga menyoroti tiga pertandingan berikutnya sebagai momen krusial bagi Inter. Mereka akan menghadapi Atalanta, Fiorentina, dan AS Roma.
Menurutnya, jika Inter mampu melewati tiga laga tersebut dengan kemenangan, maka peluang Milan untuk mengejar akan hampir tertutup.
"Jika Inter kembali menjadi dirinya sendiri, Milan tidak akan punya kesempatan untuk menyalip," tulis Capello.
Meski demikian, Capello juga mengingatkan bahwa tekanan justru berada di pihak Inter sebagai pemimpin klasemen. Situasi tersebut bisa menjadi keuntungan bagi Milan yang dilatih Massimiliano Allegri.
Allegri sejak awal musim memang menegaskan target utama Milan adalah lolos ke Liga Champions, bukan meraih Scudetto. Namun pengalaman sang pelatih bisa membuat Rossoneri tetap menjaga tekanan hingga akhir musim.
Terlepas dari itu, Capello menilai perburuan gelar masih terbuka karena dalam sepak bola, logika tidak selalu berlaku pada fase akhir kompetisi.




















(Tribunnews.com/Tio)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.