TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus perseteruan yang sempat ramai diperbincangkan antara Zendhy Kusuma dan Nabilah O’Brien akhirnya berakhir dengan kesepakatan damai.

Meski konflik tersebut telah dinyatakan selesai, dampak emosional ternyata masih dirasakan oleh pihak keluarga Zendhy Kusuma.

Evi Santi istri Zendhy Kusuma mengungkapkan curahan hati yang penuh kepiluan setelah melewati rangkaian polemik yang sempat menyita perhatian publik.

Evi Santi mengaku mengalami trauma akibat tekanan dan sorotan dari masyarakat selama kasus tersebut bergulir di ruang publik.

Melalui curhatnya, Evi Santi berharap situasi yang kini telah mereda bisa menjadi awal untuk memulihkan kondisi keluarga.

Ia juga ingin publik dapat melihat persoalan ini secara lebih jernih setelah adanya kesepakatan damai antara kedua pihak.

Kini, satu harapan yang disampaikan adalah agar nama baik keluarga dapat kembali pulih dan kehidupan mereka bisa berjalan normal seperti sebelumnya.

Baca juga: Nabilah O’Brien & Zendhy Kusuma Sepakat Damai: Tak Ada Ganti Rugi Rp1 M, Bukti Pencurian Kini Hilang

Gedung Bareskrim Polri menjadi saksi berakhirnya konflik panjang antara pasangan suami istri Zendhy Kusuma dan Evi Santi dengan pengusaha kuliner Bibi Kelinci Nabilah Obrien. 

Melalui mekanisme restorative justice, perselisihan yang sempat menyita perhatian publik ini akhirnya dinyatakan selesai pada Minggu (8/3/2026).

Langkah perdamaian ini diambil setelah kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan seluruh proses hukum yang sedang berjalan.

Pihak kepolisian melalui Biro Wassidik Bareskrim Polri memfasilitasi pertemuan tersebut agar kedua pihak bisa mencapai titik temu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengonfirmasi bahwa mediasi tersebut membuahkan hasil berupa pencabutan laporan dari masing-masing pihak pelapor.

"Empat pihak ini turut berhadir, kemudian melakukan perjanjian perdamaian. Masing-masing sudah melakukan pencabutan dalam pelaporan di masing-masing para pelapornya ya," jelas Trunoyudo.

Sebagai bagian dari kesepakatan, baik pihak Zendhy maupun Nabilah juga diwajibkan menghapus seluruh konten terkait perseteruan mereka di media sosial demi meredam gejolak di ruang digital.

GITARIS CURI MAKANAN - Nabilah O'Brien (kiri) pemilik restoran Bibi Kelinci memberikan update mengenai masalah dengan gitaris Zendhy Kusuma (kanan). Ia menyebut yang bersangkutan mengirim orang untuk membayar 14 makanan yang telah diambil.
GITARIS CURI MAKANAN - Nabilah O'Brien (kiri) pemilik restoran Bibi Kelinci memberikan update mengenai masalah dengan gitaris Zendhy Kusuma (kanan). Ia menyebut yang bersangkutan mengirim orang untuk membayar 14 makanan yang telah diambil. (Instagram @nabobrien)

Akar permasalahan ini sebenarnya bermula dari insiden yang terjadi pada September 2025 di sebuah kedai kopi kawasan Kemang.

Saat itu, suasana memanas setelah Zendhy dan Evi merasa kecewa karena pesanan makanan mereka tak kunjung datang meski sudah menunggu selama 30 menit. 

Ketegangan yang terjadi di area dapur kemudian berbuntut panjang hingga muncul tuduhan pengambilan 11 bungkus makanan dan 3 minuman tanpa pembayaran.

Nabilah O’Brien, pemilik restoran, merespons kejadian itu dengan mengunggah rekaman CCTV ke Instagram dan melaporkan pasangan tersebut dengan pasal pencurian.

Namun, kasus ini menjadi semakin rumit ketika Nabilah sendiri sempat ditetapkan sebagai tersangka akibat unggahan tersebut.

Di sisi lain, Zendhy Kusuma memberikan pembelaan bahwa apa yang ia lakukan saat itu murni merupakan bentuk komplain konsumen. 

Gitaris tersebut mengaku terkejut karena pengalaman pribadinya justru berujung pada meja hijau.

Ia merasa ada upaya kriminalisasi terhadap dirinya yang hanya ingin menyampaikan keluhan atas layanan restoran.

“Yang kami rasakan saat itu adalah tekanan yang sangat besar. Kami hanya menyampaikan pengalaman pribadi, tetapi kemudian justru harus menghadapi proses hukum. Kami merasa dikriminalisasi, padahal niat awal kami hanya menyampaikan apa yang kami alami,” tutur Zendhy.

Zhendy juga menyoroti bagaimana martabat keluarganya hancur akibat polemik ini.

Baginya, pencabutan laporan hanyalah langkah awal, karena yang paling ia butuhkan saat ini adalah pemulihan nama baik di mata masyarakat luas.

Ia berharap publik bisa melihat kasus ini secara lebih adil dari dua sisi.

“Kami berharap ada pemahaman yang lebih adil. Kami berharap ada pemulihan nama baik, karena dampaknya tidak hanya terjadi di media sosial tetapi juga dalam kehidupan kami sehari-hari,” tegasnya lagi.

Namun, di balik jabat tangan perdamaian tersebut, sang istri, Evi Santi, mengungkapkan fakta mengenai kondisi mentalnya.

Ia menceritakan bagaimana hujatan netizen telah menyiksa psikologisnya selama berbulan-bulan.

Hujatan demi hujatan yang masuk ke ruang pribadinya di media sosial telah meninggalkan bekas luka yang sulit hilang begitu saja.

Evi mengaku bahwa dirinya dan Zendhy mengalami trauma emosional yang sangat mendalam akibat perundungan siber (cyberbullying). 

Tekanan sosial yang mereka terima menurutnya jauh lebih berat daripada proses hukum itu sendiri.

"Kami tidak menyangka situasinya akan berkembang sejauh ini. Komentar yang masuk sangat banyak dan sebagian besar bernada menyerang. Itu membuat kami merasa tertekan dan mengalami trauma secara emosional,” pungkas Evi.


(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.