TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan prakiraan cuaca untuk wilayah Sulawesi Barat (Sulbar), Minggu (8/3/2026).

Provinsi Sulbar terdiri dari Pasangkayu, Mamuju, Mamasa, Polewali Mandar, Majene, dan Mamuju Tengah.

Sedangkan suhu antara 15 hingga 32 derajat celcius dan kecepatan angin 13 hingga 24 kilometer per jam.

Berikut selengkapnya prakiraan cuaca Sulawesi Barat pada Minggu, 8 Maret 2026:

Baca juga: Peringatan Dini BMKG di 6 Ibu Kota Pulau Jawa Besok Minggu 8 Maret 2026: Serang Hujan Petir

Kabupaten Pasangkayu

Cuaca: Hujan Sedang (siang dan dinihari)
Suhu: 18–32 °C
Angin: 18 km/jam

Kabupaten Mamuju

Cuaca: Huan Ringan (pagi, siang, dinihari)
Suhu: 15–31 °C
Angin: 16 km/jam

Kabupaten Mamasa

Cuaca: Hujan Sedang (siang, malam, dinihari)
Suhu: 16-29 °C
Angin: 13 km/jam

Kabupaten Polewali Mandar

Cuaca: Hujan Sedang (siang, malam, dinihari)
Suhu: 21-31 °C
Angin: 17 km/jam

Kabupaten Majene

Cuaca: Hujan Sedang (siang, malam, dinihari)
Suhu: 22–31 °C
Angin: 24 km/jam

Kabupaten Mamuju Tengah

Cuaca: Hujan Ringan (siang dan dinihari)
Suhu: 17–31 °C
Angin: 13 km/jam

Baca juga: BMKG: Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus Mendatang

Berikut tips menghadapi cuaca ekstrem dikutip dari bpbd.jogjaprov.go.id:

1. Pemantauan Cuaca Secara Berkala

Selalu mengikuti informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG untuk mengetahui prakiraan hujan lebat atau cuaca ekstrem lainnya. Pemantauan yang rutin akan memberikan peringatan dini yang sangat penting dalam menghadapi potensi bencana.

2. Pembersihan Saluran Drainase

Pastikan saluran air, selokan, dan sungai bebas dari sampah dan material yang menghambat aliran air. Saluran air yang terjaga kebersihannya akan mencegah banjir lokal dan genangan air yang merugikan.

3. Pembuatan Sumur Resapan dan Kolam Retensi

Bangun struktur yang dapat menampung dan menyerap air hujan, seperti sumur resapan atau kolam retensi. Hal ini akan mengurangi limpasan air hujan dan menekan risiko banjir, terutama di kawasan perkotaan.

4. Penanaman Vegetasi

Menanam pohon dan tanaman lainnya dapat membantu menyerap air hujan, mengurangi erosi, serta memperkuat struktur tanah. Hal ini efektif dalam mencegah longsor, terutama di daerah dengan kontur tanah yang rentan.

5. Edukasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Tingkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko bencana dan langkah-langkah mitigasi melalui program edukasi, pelatihan, dan simulasi bencana. Dengan demikian, masyarakat akan lebih siap dalam menghadapi bencana serta mampu mengambil langkah yang cepat dan tepat.

Baca juga: Wilayah Rawan Karhutla Diminta Siaga, BMKG Peringatkan Cuaca 2026 Lebih Kering

6. Pengembangan Sistem Peringatan Dini

Implementasikan sistem peringatan dini untuk bencana banjir dan tanah longsor. Sistem ini akan memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat untuk melakukan evakuasi atau tindakan pencegahan lainnya saat kondisi darurat terjadi.

7. Perencanaan Tata Ruang yang Berkelanjutan

Hindari pembangunan di daerah rawan bencana dan terapkan peraturan zonasi yang mempertimbangkan risiko bencana dalam perencanaan kota. Tata ruang yang baik akan mengurangi risiko kerugian akibat bencana.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, diharapkan kita dapat lebih siap menghadapi musim hujan dan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkannya. Keselamatan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas, dan kesiapsiagaan yang baik adalah kunci untuk mengurangi risiko bencana yang mengancam di setiap musim hujan.

(Tribunnews.com/Endra)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.