TRIBUN-TIMUR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang, Jumat (6/3/2026).
Potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Papua Barat, Yogyakarta, Surabaya, hingga Maluku.
BMKG menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
“Kondisi ini dipicu oleh Bibit Siklon Tropis 90S, pertemuan angin Monsun dari utara dengan angin baratan dari Samudera Hindia di wilayah selatan Indonesia, serta aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) pada fase 3–4 (Indian Ocean dan Maritime Continent), yang secara spasial terpantau di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama bagian barat, tengah hingga selatan,” ungkap BMKG.
Selain itu, aktivitas gelombang ekuator seperti Gelombang Kelvin dan Rossby juga terpantau aktif di sejumlah wilayah, sehingga turut meningkatkan pembentukan awan hujan di Indonesia.
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di:
Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di:
Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Wilayah berpotensi angin kencang:
Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Penyebab Hujan Lebat dan Angin Kencang
BMKG menjelaskan, hujan lebat dan angin kencang pada 5–6 Maret 2026 dipengaruhi fenomena atmosfer pada skala global, regional, hingga lokal.
Pada skala global, nilai Southern Oscillation Index (SOI) dan Nino 3.4 menunjukkan kondisi La Nina lemah yang diperkirakan masih berdampak hingga sepekan ke depan.
“Kondisi ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama di kawasan Indonesia bagian timur,” jelas BMKG.
Prakiraan Cuaca Makassar dan Sekitarnya, 6 Maret 2026
BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Makassar dan sekitarnya pada Jumat (6/3/2026).
Pagi Hari
Hujan ringan diprakirakan terjadi di Makassar, Barru, Bone, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Soppeng, dan Takalar.
Sementara sebagian wilayah Sulawesi Selatan diprediksi cerah berawan.
Siang hingga Sore
Hujan ringan berpotensi terjadi di Makassar dan sebagian besar wilayah Sulsel.
Hujan sedang diprakirakan terjadi di Luwu Timur.
Sedangkan Parepare, Pinrang, dan Wajo diprediksi berawan.
Malam Hari
Sebagian besar wilayah Sulsel diprakirakan berawan.
Hujan ringan berpotensi terjadi di Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Pangkep, Sidrap, Toraja Utara, dan Wajo.
Dini Hari
Hujan sedang diprakirakan terjadi di Makassar, Gowa, Maros, Pangkep, dan Takalar.
Sementara Bantaeng, Palopo, Sinjai, Tana Toraja, dan Toraja Utara diprediksi berawan.
Suhu dan Kelembapan Udara Sulsel
BMKG memperkirakan suhu udara di Sulawesi Selatan pada 6 Maret 2026 berada di kisaran 19–35°C dengan kelembapan udara 65–100 persen.
Rincian lainnya sebagai berikut:
Arah angin: Barat – Utara
Kecepatan angin: 10–45 km/jam
Peringatan Dini
BMKG juga mengingatkan adanya:
Potensi suhu ekstrem di wilayah Wajo
Potensi angin kencang di Kepulauan Selayar, Jeneponto, Takalar, Gowa, dan Maros.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang dapat memicu banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.