TRIBUNNEWS.COM - Real Madrid mendapatkan hasil kejutan saat tampil di jornada ke-25 Liga Spanyol dengan kekalahan dari Osasuna, Minggu (22/2/2026).
Menghadapi Osasuna di Stadion El Sadar, Real Madrid secara mengejutkan kalah dengan skor 2-1, hasil yang membuka peluang Barcelona untuk merebut puncak klasemen.
Tuan rumah Osasuna memang tampil lebih agresif sejak awal. Mereka unggul lebih dulu lewat penalti Ante Budimir pada menit ke-38.
Wasit sempat mengira pemain Osasuna melakukan diving. Tapi VAR membatalkan keputusan diving dan menyatakan Thibaut Courtois melakukan pelanggaran.
Ante Budimir sukses menuntaskan eksekusi dari titik putih untuk membuat Osasuna unggul dan menutup babak pertama 1-0.
Madrid sempat bangkit di babak kedua. Umpan Federico Valverde diselesaikan Vinicius Junior dari jarak dekat untuk menyamakan skor.
Gol tersebut memperpanjang catatan impresif Vinicius yang kini terlibat dalam 12 gol dari 13 laga melawan Osasuna di LaLiga.
Namun saat Los Blancos memburu kemenangan, justru mereka kembali terpukul. Raul Garcia de Haro mencetak gol penentu kemenangan Osasuna di menit akhir.
Lagi-lagi wasit sempat menganulir gol itu karena dikira offside, tetapi VAR mengesahkannya setelah review ulang.
Alhasil skor 2-1 menjadi penutup laga ini. Real Madrid kalah dan harus kehilangan tiga poin di kandang Osasuna.
Kekalahan ini membuat Real Madrid terancam kehilangan posisi teratas yang baru mereka duduki selama sepekan.
Madrid tertahan dengan 60 poin, hanya berjarak dua poin dari Barcelona di tabel klasemen.
Hal itu bisa terjadi jika Barcelona mampu mengalahkan Levante. Blaugrana nantinya akan kembali ke puncak klasemen jika menang pada Minggu (22/2) malam saat menjamu Levante.
Kekalahan Madrid ini menunjukkan mereka belum cukup konsisten meski meski sebelumnya meraih tiga kemenangan beruntun.
Arbeloa pun menolak jika timnya disebut terpuruk, karena musim masih panjang dan situasi berubah dari hari ke hari.
Menurut Arbeloa, tim besar diuji saat berada dalam kesulitan. Ia tak ingin para pemain diliputi keraguan, apalagi Madrid masih harus kembali bertarung empat hari ke depan.
Sang pelatih menegaskan kepercayaannya kepada skuad dan berjanji akan terus memaksimalkan potensi seluruh pemain.
"Saya percaya pada tim saya. Kami perlu mempertahankan tingkat kinerja itu dari waktu ke waktu. Kami akan terus bekerja, mendorong diri kami sendiri, dan mendapatkan yang terbaik dari setiap pemain, karena kami membutuhkan semuanya," kata dia.
Arbeloa membantah menyebut timnya terlalu lambat, tetapi mengakui sirkulasi bola harus lebih cepat untuk membongkar pertahanan rapat.
Ia menilai Madrid terlalu fokus menyerang dari sisi kiri sehingga mudah ditebak.
"Ada lebih banyak pertandingan untuk dimainkan. Kami memiliki banyak ruang untuk perbaikan. Jika Anda tidak 100 persen, siapa pun bisa mengalahkan Anda," jelas Arbeloa.


















(Tribunnews.com/Tio)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.