TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulawesi Utara meningkatkan status kesiapsiagaan di seluruh pintu masuk dan keluar wilayah.

Langkah ini diambil guna merespons tren lonjakan distribusi barang dan mobilitas penumpang yang diprediksi terus memuncak selama ramadan hingga Idulfitri mendatang.

Kepala Karantina Sulawesi Utara, Agus Mugiyanto menegaskan, meski pengawasan rutin telah berjalan 24 jam sehari (24/7), intensitas pemeriksaan fisik serta dokumen kini diperketat. 

Fokus utama petugas adalah memastikan setiap komoditas pangan yang melintas memenuhi standar biosekuriti yang ketat.

"Peningkatan pengawasan ini bertujuan untuk menjamin bahwa setiap bahan pangan yang keluar masuk wilayah Sulawesi Utara benar-benar sehat, aman, dan bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), maupun Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK),” jelas Agus dalam keterangan resminya yang diterima Tribun Manado pada Sabtu (21/2/2026). 

Data dari Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (Best Trust) tahun 2025 menjadi acuan penting bagi otoritas tahun ini. Tercatat, komoditas telur mengalami kenaikan volume sebesar 26,01 persen menjadi 746 ton dibandingkan bulan biasa.

Frekuensi pengirimannya pun melonjak tajam hingga 63,83 % .

Tak hanya telur, komoditas daging sapi juga mengalami tren serupa dengan kenaikan volume sebesar 6,94?n lonjakan frekuensi pengiriman mencapai 59,26 % .

Agus menekankan bahwa kesiapan ini merupakan komitmen untuk memberikan rasa aman bagi konsumen di Sulawesi Utara.

"Kami ingin masyarakat merasa tenang bahwa bahan pangan yang dilalulintaskan antarpulau, untuk keperluan sahur dan berbuka telah melalui pemeriksaan karantina yang ketat," ujarnya.

Selain memantau logistik skala besar, petugas di lapangan kini mulai mengantisipasi peningkatan barang bawaan penumpang kapal laut seiring dimulainya pergerakan mudik lebih awal. 

Pemeriksaan berlapis dilakukan di titik-titik krusial seperti Bandara Sam Ratulangi, serta pelabuhan-pelabuhan utama mulai dari Manado, Bitung, hingga wilayah kepulauan seperti Tahuna, Siau, dan Melonguane.

"Di Sulawesi Utara, petugas karantina siaga pengawasan di Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Manado, Bitung, Tahuna, Siau, hingga Melonguane,” tutur Agus.

Langkah preventif ini dianggap krusial untuk mencegah masuknya penyakit lintas wilayah yang dapat mengancam sumber daya alam hayati lokal saat mobilitas mencapai puncaknya.

Karantina Sulawesi Utara memastikan standar biosekuriti tidak akan kendor meski volume pekerjaan meningkat.

"Kami pastikan seluruh komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang melintas telah melalui pemeriksaan karantina yang ketat demi keamanan pangan nasional," tutupnya. 

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.