Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Seminggu berlalu sejak video asusila yang menyeret nama seorang selebgram Ambon berinisial GEGP viral di media sosial.
Namun hingga kini, penanganan kasus tersebut dinilai publik masih jalan di tempat.
Pasalnya, belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Termasuk GEGP yang secara terbuka telah mengakui dirinya adalah sosok dalam video tersebut.
Pengakuan itu sejatinya menjadi sorotan utama di tengah desakan masyarakat agar kasus ini dituntaskan secara transparan.
Meski begitu aparat kepolisian belum juga melakukan penahanan atau menetapkan status hukum terhadap GEGP maupun pemeran lain yang muncul dalam video.
Praktisi hukum Fensen Uktolseya menilai, pengakuan GEGP seharusnya sudah cukup menjadi pintu masuk awal bagi penegak hukum untuk melangkah lebih tegas.
Ia mendesak kepolisian agar segera menetapkan GEGP sebagai tersangka demi kepastian hukum.
Baca juga: Dugaan Korupsi Bantuan Stimulan Rumah Swadaya di Tual Rp. 2,6 Miliar Segera Disidangkan
Baca juga: Seminggu Pasca Viral Video Asusila TikToker Ambon, Praktisi Hukum Minta Aparat Tetapkan Tersangka
“Keterlibatan GEGP dalam video asusila itu sudah diakui sendiri. Ini seharusnya cukup bagi kepolisian untuk segera menangkap dan menetapkannya sebagai tersangka,” tegas Fensen kepada TribunAmbon.com, Kamis (12/2/2026).
Menurut Fensen, lambannya proses penegakan hukum justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian bisa terkikis jika kasus yang menyita perhatian luas ini dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.
“Kalau ini dibiarkan berlarut-larut, publik bisa menilai seolah-olah ada permainan di balik kasus ini. Penegakan hukum harus memberi rasa keadilan,” ujarnya.
Tak hanya GEGP, Fensen juga menekankan pentingnya memeriksa dan menangkap dua pemeran lain yang turut muncul dalam video asusila tersebut.
Ia khawatir, jika tidak ditangani secara serius, kasus ini justru akan menciptakan preseden buruk.
“Jika terjadi pembiaran, maka pelanggaran asusila bisa dianggap hal biasa dan dinormalisasi di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku, Kombes Pol. Dasmin Ginting, menyatakan pihaknya telah menerbitkan surat perintah penyelidikan sebagai respons atas keresahan publik akibat viralnya video tersebut.
“Kita sudah selidiki. Hari ini kita sudah mengeluarkan sprint lidik,” ujar Kombes Ginting, Kamis (5/2/2026).
Ia menegaskan, kepolisian bergerak cepat karena kasus ini memiliki dampak sosial yang luas.
Namun demikian, hingga sepekan berlalu, belum ada informasi lanjutan mengenai hasil penyelidikan maupun penetapan tersangka.
Upaya penanganan juga dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku melalui Subdit Siber.
Kepolisian mengklaim telah melakukan patroli digital untuk menekan penyebaran konten asusila tersebut di ruang maya.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, Kombes Pol. Piter Yanottama, mengungkapkan bahwa tim siber telah mengidentifikasi sejumlah akun yang diduga menyebarkan video tersebut.
“Tim kami sudah melakukan patroli siber dan mengidentifikasi sejumlah akun yang menyebarkan konten tersebut,” kata Kombes Piter, Jumat (6/2/2026).
Meski patroli siber telah dilakukan, publik masih menanti langkah tegas aparat penegak hukum.
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai siapa pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, baik dari sisi pemeran maupun penyebar video asusila yang telah memicu polemik luas di Maluku dan sekitarnya.
Terpisah, GEGP telah menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik.
Ia mengaku menyesal dan menyebut peristiwa ini sebagai titik terendah dalam hidupnya.
“Saya sangat-sangat menyesal,” ujar GEGP, Senin (9/2/2026).
Ia mengaku terlalu jauh mengejar popularitas hingga melupakan nilai-nilai spiritual.
“Saya terlalu mementingkan hal duniawi, salah bergaul, dan terlalu memikirkan pamor,” katanya.
GEGP juga mengungkapkan tekanan psikologis berat setelah video tersebut viral.
“Saya shock berat. Keadaan saya sekarang sangat down,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa sosok dalam video tersebut adalah dirinya, namun mengaku tidak mengetahui kronologi pembuatan video maupun bagaimana video itu bisa tersebar.
“Saya tidak tahu apakah saya sadar atau tidak sadar saat kejadian itu. Saya juga tidak tahu bagaimana video itu bisa ada dan menyebar,” jelasnya. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.