SURYA.CO.ID, SURABAYA - ‘The Museum of Love’ sebuah pameran pernikahan imersif yang digagas Vasa Hotel Surabaya dirancang sebagai sebuah perjalan yang memadukan cinta dan seni bagi para calon pengantin.
Di dalamnya, romansa dan kreativitas berpadu, menghadirkan pengalaman yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan.
“Di era saat ini, pernikahan bukan lagi sekadar merayakan sebuah momen, tetapi tentang menciptakan pengalaman yang akan selalu diingat,” ujar Nabilla Humaira, Senior Marketing Communication Manager Vasa Hotel Surabaya kepada SURYA.CO.ID, Minggu (8/2/2026).
Terinspirasi dari filosofi bahwa cinta bukanlah satu momen, melainkan perjalanan yang terus berkembang, Vasa Wedding Fair 2026 dihadirkan sebagai sebuah pameran di mana setiap ruang merepresentasikan chapter berbeda dan transformasi.
Lebih dari sekadar pameran pernikahan, acara ini menjadi eksplorasi imersif tentang cinta sebagai karya seni, yang dikurasi melalui pengalaman sensori, storytelling, dan seni visual.
Nabilla juga menyebut, ada lebih dari 60 vendor pernikahan terkurasi mulai dari event organizer, dekorator, fotografer, videografer, desainer gaun pengantin, perhiasan, hingga berbagai spesialis pernikahan lainnya.
“Melalui The Museum of Love, kami ingin menghadirkan wedding fair sebagai sebuah perjalanan yang dikurasi layaknya karya seni, penuh emosi, personal, dan bermakna. Bukan hanya untuk pasangan, tetapi juga untuk keluarga dan para tamu yang menjadi bagian dari cerita cinta itu sendiri,” ujarnya.
Sementara Hanato Pramono, Senior Wedding Manager Vasa Hotel Surabaya menjelaskan, pameran ini mengajak para tamu menikmati ruang imersif dimulai dari visual LED animasi yang tampil di balik sheer drapery, menyerupai projection mapping yang bergerak dinamis.
“Kami ingin setiap tamu menikmati perjalanan cinta mereka dengan nyaman dan berkesan,” sebutnya.
Baca juga: Everlasting Wedding Experience, Kampanye Whulyan Angkat Kembali Makna Pernikahan di Kalangan Gen Z
Chapter pertama, Sacred Roots, melambangkan fondasi cinta yang murni dan penuh makna. Dikurasi oleh Best Decor, area ini tampil sebagai instalasi botanical art dengan dominasi warna hijau dan sentuhan kuning lembut yang menghadirkan rasa hangat dan ketenangan.
Perjalanan berlanjut ke Emerging Path, sebuah fase transisi di mana cinta mulai menemukan arah. Dirancang oleh M2 Decor, instalasi berbentuk akar yang saling terjalin dipadukan dengan nuansa floral burgundy gelap, mencerminkan proses tumbuh dan berkembangnya sebuah hubungan.
Di Carved in Time, cinta digambarkan sebagai komitmen yang dibentuk oleh waktu.
Sion Decor menghadirkan karya seni berinspirasi patung klasik yang dipadukan dengan kain biru lembut, menciptakan suasana tenang namun penuh makna.
Gairah dan romansa dituangkan melalui Art of Desire.
Dikurasi oleh Steve Decor, area ini terinspirasi dari kemewahan klasik Hollywood, dengan chandelier megah, drapery merah marun, dan tekstur kaya yang memancarkan elegansi dan intensitas emosi.
“Di event ini para pasangan tidak hanya mendapatkan inspirasi, tetapi juga penawaran mulai dari tambahan kamar menginap untuk pengantin dan keluarga, kesempatan merasakan pengalaman menginap di Presidential Suite, complimentary meal untuk kru, complimentary stall, harga khusus penggunaan chapel, hingga complimentary penggunaan Chapel, Lobby Area, dan Poolside untuk sesi foto dan video,” tutup Hanato.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.