TRIBUNSTYLE.COM - Mobil McLaren 720S milik YouTuber game Febrian Paundra Aditama (21) atau Andra ST yang terbelah dua setelah alami kecelakaan di Telukan, Sukoharjo, Jawa Tengah baru tiga bulan dibeli.
Supercar tersebut dibeli Andra ST tiga bulan lalu, dalam kondisi baru, bukan bekas.
Fakta ini disampaikan oleh Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Doohan Octa Prasetya melalui Kanit Gakkum Satlantas Iptu Ardian Herlinanda.
"Ya, jadi mobil ini memang baru dibeli. Keluaran tahun 2023 dan sudah terdaftar di Samsat Sukoharjo.
Artinya bukan beli second hand. Kendaraan baru, tetapi memang keluaran tahun 2023," ungkap Ardian.
Pada bulan Maret lalu, Andra ST memang sempat mengunggah postingan di Instagram terkait mobil tersebut.
Baca juga: 3 Bulan Lalu, Ini Ucapan Bangga Andra ST Umur 21 Bisa Beli McLaren, Kini Kecelakaan Mobil Terbelah 2
Kala itu, ia menulis rasa syukur dan bangga lantaran bisa membeli mobil mewah di usianya yang baru menginjak 21 tahun.
"Pria 21 tahun ini meraih mimpinya," tulis Andra dalam unggahan Instagram.
Sayangnya, Andra harus menghadapi kenyataan pahit tiga bulan kemudian.
Baru sebentar merasakan kemudi McLaren, ia harus merelakan mobilnya tak bisa lagi digunakan.
Mobil itu kini teronggok tak bisa dipakai karena bodinya sudah terbelah menjadi dua bagian.
Padahal, McLaren yang dimiliki Andra berharga mahal, mencapai belasan miliar rupiah.
Dikutip dari situs caranddriver.com, McLaren 720S merupakan supercar pabrikan McLaren Automotive yang menjadi salah satu model paling ikonik.
Harga unit baru McLaren diperkirakan berada di kisaran Rp10.000.000.000,00 hingga Rp15.000.000.000,00.
Harga ini bergantung pada spesifikasi teknis, tahun produksi, serta opsi personalisasi yang dipilih pembeli.
Sementara untuk harga bekasnya, McLaren masih dibanderol dengan harga tinggi berkisar Rp6.000.000.000,00 hingga Rp8.800.000.000,00.
Tingginya harga McLaren diimbangi dengan performa yang optimal dan jumlah terbatas di tanah air.
Baca juga: Kejujuran Andra ST Seusai McLaren Rp15 M Terbelah di Sukoharjo: Ban Belakang Selip, Saya Tidak Mabuk
Lalu apakah Andra mendapat asuransi?
Belum ada informasi resmi apakah Andra bakal mendapat asuransi atas kecelakaan ini.
Untuk kasus supercar seperti McLaren, banyak pemilik memang memilih asuransi all risk khusus kendaraan mewah.
Namun, meskipun demikian, kerusakan sangat parah hingga mobil terbelah dua tidak otomatis berarti klaim pasti dibayar.
Perusahaan asuransi tetap akan melakukan survei dan memeriksa apakah penyebab kecelakaan memenuhi syarat polis.
Kronologi kecelakaan diungkap Andra ST melalui unggahan Instagram Story miliknya.
Andra menyebut kecelakaan terjadi ketika ia bersama Robby Pantjoro tengah berkendara untuk jalan-jalan sekira pukul 02.00 WIB pada Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, kecelakaan terjadi karena roda kendaraan selip.
"Kecelakaan bersama Bang Robby murni kecelakaan tunggal karena ban belakang dari mobilnya selip, karena kan memang kencang ya," ungkap Andra ST sambil masih memakai selang oksigen di hidungnya.
Andra menegaskan bahwa ia dan rekannya tidak dalam pengaruh alkohol ketika kecelakaan terjadi.
Baca juga: Bantah Isu Mabuk! Andra ST Beri Klarifikasi Soal Insiden McLaren Terbelah 2 di Sukoharjo
"Untuk kondisi kita berdua sama-sama aman, tadi habis nonton bola, kita live streaming juga.
Selesai itu memang cuma ingin jalan-jalan aja, tidak dalam kondisi mabuk atau apapun itu," tegasnya.
Sebelum kecelakaan, keduanya sempat hadir dalam event Robby to Kota Solo yang berlangsung pada 6-7 Juli 2026.
Sementara itu dikutip dari Tribun Solo, Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Doohan Octa Prasetya melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo Iptu Ardian Herlinanda menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mobil melaju dari arah selatan menuju utara di Jalan Sukoharjo–Solo.
Sesampainya di lokasi, pengemudi diduga kurang berkonsentrasi sehingga kendaraan oleng ke kiri dan menabrak pagar rumah makan, tiang telepon, serta tiang listrik secara beruntun.
Benturan yang sangat keras membuat bodi mobil terbelah menjadi dua.
Bagian depan kendaraan terpental ke sisi kanan jalan, membentur pembatas jalan, kemudian kembali bergerak ke kiri hingga berhenti di atas trotoar.
Meski kondisi kendaraan rusak berat mengindikasikan benturan dengan energi yang sangat besar, polisi belum menyimpulkan apakah mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
Saat ini Satlantas Polres Sukoharjo masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi dan mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. (Tribun Style/GPS)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.