TRIBUNNEWS.COM - Mulai dari minuman cortisol cocktail hingga istilah cortisol face, hormon kortisol yang dikenal sebagai "hormon stres" kini menghadapi masalah citra, kata Dr. Akshay Syal, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus koresponden medis NBC News.
Padahal, hormon kortisol memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Hormon ini membantu tubuh memberi sinyal untuk bangun di pagi hari, mengatur metabolisme, serta membantu tubuh merespons stres.
Namun belakangan, banyak influencer kesehatan di media sosial membuat orang percaya bahwa segala hal yang memicu peningkatan kadar kortisol harus dihindari.
Berbagai klaim bahwa "kortisol tinggi" menjadi penyebab perut kembung, gangguan tidur, hingga kelelahan banyak beredar di internet.
Kenyataannya, kadar kortisol yang benar-benar tinggi merupakan kondisi medis yang dapat didiagnosis, yaitu sindrom Cushing, dan kasusnya tergolong langka, jelas Syal.
Karena itu, daripada mencoba berbagai cara yang belum terbukti untuk menurunkan kortisol, Syal menyarankan masyarakat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai gejala yang dialami serta berupaya mengelola stres dengan baik.
Tips Kesehatan Mental: Cari Hobi yang Mengurangi Stres, Tinggalkan Tren "Cortisol Hacks"
Menurut Syal, hanya sedikit bukti ilmiah yang mendukung berbagai klaim tentang kortisol yang beredar di media sosial.
Sebaliknya, ia mendorong pasien untuk mencari tahu gejala apa yang sebenarnya membuat mereka khawatir terhadap kadar kortisol. Salah satu penyebab paling umum adalah stres berkepanjangan. Dalam kondisi seperti itu, langkah yang paling membantu adalah menemukan cara yang sehat untuk mengelola stres.
"Kalau Anda sedang mengalami banyak stres, langkah pertama adalah jangan panik," ujarnya.
"Stres adalah bagian alami dari kehidupan. Semua orang pasti mengalaminya pada suatu waktu."
Baca juga: Kenali Gejala Kortisol Tinggi dan Cara Mengatasinya Tanpa Obat
Namun, jika stres terasa sangat berat, dua cara yang paling sering ia rekomendasikan adalah menulis jurnal dan menjalani hobi yang dapat membantu meredakan stres. Bagi Syal sendiri, hobi tersebut adalah bermain alat musik.
"Temukan sesuatu yang benar-benar Anda sukai sehingga saat melakukannya Anda bisa melupakan sejenak semua hal lainnya," katanya.
"Memiliki cara untuk melepas penat sangatlah penting. Selain itu, mempelajari keterampilan baru juga baik untuk kesehatan otak."
Mengapa Hal Ini Penting?
Syal menjelaskan bahwa hampir setiap organ dalam tubuh bergantung pada hormon kortisol dalam menjalankan fungsinya.
"Kita membutuhkan kortisol untuk bisa hidup," ujarnya.
Meski demikian, kadar kortisol yang terus-menerus tinggi umumnya disebabkan oleh sindrom Cushing. Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti kenaikan berat badan, wajah membulat, dan perubahan pada kulit.
Jika tidak ditangani, sindrom Cushing juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis lain, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
Data dari Endocrine Society menunjukkan bahwa sindrom Cushing hanya menyerang sekitar 10 hingga 15 orang dari setiap 1 juta penduduk setiap tahunnya.
Karena itu, meskipun seseorang yang mengalami gejala sindrom Cushing sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, berbagai gejala umum yang sering dikaitkan dengan "kortisol tinggi" di media sosial biasanya lebih mungkin disebabkan oleh kondisi lain yang lebih ringan, kata Syal.
Cara Memulai
Sejumlah hobi yang sebelumnya direkomendasikan para ahli kepada TODAY.com untuk membantu mengurangi stres antara lain melukis dengan cat air, menyusun puzzle, menyulam, mengamati burung, membuat kue, menari, merajut, dan membaca.
Syal juga memberikan beberapa saran berdasarkan keluhan yang sering dikaitkan dengan "kortisol tinggi", yaitu:
(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.