TRIBUNHEALTH.COM - Sariawan merupakan luka kecil yang muncul di bagian dalam mulut, seperti bibir, pipi, lidah, atau gusi. 

Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini dapat menimbulkan rasa perih sehingga mengganggu saat makan, minum, maupun berbicara.

Penyebab sariawan cukup beragam. Selain dipicu kekurangan nutrisi, konsumsi makanan yang terlalu asam atau pedas, kebiasaan merokok, maupun penggunaan obat-obatan tertentu, ada sejumlah faktor lain yang sering kali tidak disadari.

Berikut beberapa penyebab sariawan yang perlu diketahui:

1. Menyikat gigi terlalu keras

ilustrasi menyikat gigi terlalu keras bisa menimbulkan luka yang berujung sariawan
ilustrasi menyikat gigi terlalu keras bisa menimbulkan luka yang berujung sariawan (health.kompas.com)

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Perut Bergas Secara Alami agar Tidak Begah

Menyikat gigi dengan tekanan yang terlalu kuat dapat melukai gusi maupun jaringan lunak di dalam mulut. 

Luka kecil tersebut dapat berkembang menjadi sariawan, terutama jika terus mengalami gesekan saat makan atau menyikat gigi. 

Untuk mencegahnya, gunakan sikat gigi berbulu lembut dan sikat gigi dengan gerakan yang perlahan.

2. Tidak sengaja tergigit

Sariawan juga sering muncul akibat bibir, lidah, atau bagian dalam pipi yang tidak sengaja tergigit saat makan atau berbicara. 

Luka akibat gigitan biasanya akan sembuh dengan sendirinya, tetapi pada sebagian orang dapat berkembang menjadi sariawan yang terasa nyeri selama beberapa hari.

3. Gesekan kawat gigi atau alat ortodonti

ilustrasi seseorang yang menggunakan kawat gigi, ini yang terjadi pada mulut jika mengalami gesekan kawat gigi
ilustrasi seseorang yang menggunakan kawat gigi, ini yang terjadi pada mulut jika mengalami gesekan kawat gigi (parapuan.co)

Baca juga: 11 Dampak Buruk Begadang yang Bisa Mengganggu Kesehatan Fisik dan Mental

Penggunaan kawat gigi dapat menyebabkan gesekan antara kawat atau braket dengan bagian dalam pipi maupun bibir. 

Gesekan yang terjadi berulang kali dapat memicu luka dan berujung menjadi sariawan. 

Jika keluhan sering muncul, konsultasikan dengan dokter gigi agar alat ortodonti dapat disesuaikan atau diberikan pelindung khusus.

4. Kebersihan mulut yang kurang terjaga

Kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri di rongga mulut. 

Kondisi ini dapat memicu peradangan serta memperlambat penyembuhan luka kecil yang akhirnya berkembang menjadi sariawan.

Menyikat gigi secara teratur, membersihkan sela-sela gigi, dan berkumur setelah makan dapat membantu menjaga kesehatan rongga mulut.

5. Stres dan kelelahan

ilustrasi remaja sedang mengalami stres yang ternyata bisa memicu munculnya sariawan
ilustrasi remaja sedang mengalami stres yang ternyata bisa memicu munculnya sariawan (freepik.com)

Baca juga: Apakah Gigi Gingsul Bisa Menggunakan Aligner atau Disarankan Behel, drg. Ardianysah?

Stres emosional maupun kelelahan fisik juga diduga menjadi salah satu pemicu sariawan. 

Saat tubuh mengalami stres, daya tahan tubuh dapat menurun sehingga jaringan di rongga mulut lebih rentan mengalami peradangan. 

Oleh karena itu, mengelola stres, beristirahat yang cukup, dan menerapkan pola hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko sariawan berulang.

(TribunHealth.com) 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.