Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sulawesi Tenggara telah berada pada kategori tinggi. Pada 2025, IPM Sulawesi Tenggara mencapai 74,25 atau meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya

Jakarta (ANTARA) - Anggota MPR RI dari kelompok DPD RI daerah pemilihan Provinsi Sulawesi Tenggara Amirul Tamim menyatakan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tenggara menjadi modal penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan daerah.


"Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sulawesi Tenggara telah berada pada kategori tinggi. Pada 2025, IPM Sulawesi Tenggara mencapai 74,25 atau meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Amirul saat membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (6/7), sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.


Menurut Amirul, peningkatan IPM mencerminkan kemajuan kualitas masyarakat pada aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak sehingga menjadi modal penting dalam menyongsong bonus demografi.


"Peningkatan kualitas SDM ini menjadi modal penting dalam menyongsong bonus demografi. Generasi muda adalah motor penggerak, navigator, sekaligus pilar utama dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045," ujarnya.







Ia mengatakan Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan sumber daya alam, mulai dari nikel, aspal, hingga potensi wisata bahari di Wakatobi. Namun, kekayaan tersebut tidak akan memberi manfaat berkelanjutan apabila tidak diimbangi dengan pembangunan SDM yang berkualitas.


Karena itu, peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas agar masyarakat mampu mengelola sumber daya alam secara optimal sekaligus menjadi fondasi pembangunan dan masa depan Sulawesi Tenggara.


Amirul menilai tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks sehingga mereka perlu membekali diri dengan kecerdasan, kreativitas, daya saing, dan mental yang tangguh.



Menurut dia, kesuksesan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga karakter yang kuat, kepedulian sosial, kejujuran, semangat persatuan dan kesatuan, serta komitmen membangun bangsa.






Amirul menegaskan LCC Empat Pilar MPR RI bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wahana menginternalisasi nilai-nilai Empat Pilar MPR RI sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Pelajari maknanya, pahami esensinya, dan jadikan nilai-nilai tersebut sebagai kompas moral dalam setiap langkah kehidupan," katanya.


Pembukaan LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Amirul didampingi para tamu undangan. Acara itu juga dimeriahkan dengan penampilan Tari Empat Etnis Sulawesi Tenggara dari Sanggar Art Sulawesi Tenggara.



Kegiatan tersebut dihadiri Inspektur Sekretariat Jenderal MPR RI Anies Mayangsari Muninggar, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara Suhaeny yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara, guru pendamping, serta peserta LCC.


LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara diikuti sembilan SMA/MA, yakni SMAN Raha, SMAN 1 Mawasangka, SMAN 1 Kendari, SMAN 4 Kendari, MAN Insan Cendekia Kendari, SMAN 1 Wawotobi, SMAN 1 Pasarwajo, SMAN 1 Baubau, dan SMAN 2 Konawe Selatan.