Gelombang Raksasa Setinggi 500 Meter Terjang Alaska, Megatsunami Terbesar dalam Sejarah
TRIBUNNEWWS.COM – Sebuah gelombang raksasa atau megatsunami setinggi hampir 500 meter menghantam Tracy Arm Fjord di Alaska setelah sebagian gunung runtuh ke laut, tulis WN, Rabu (6/5/2026)
Peristiwa ini kini tercatat sebagai salah satu megatsunami terbesar dalam sejarah, sekaligus menjadi peringatan serius terkait dampak perubahan iklim.
Peristiwa yang sebelumnya tidak banyak dilaporkan ini terjadi setelah longsoran besar menjatuhkan sekitar 64 juta meter kubik batu—setara dengan 24 Piramida Giza—ke dalam perairan fjord.
Material raksasa tersebut memicu gelombang air yang menjulang hampir setinggi setengah kilometer.
Ahli geologi Alaska, Dr. Bretwood Higman, yang meninjau lokasi beberapa waktu setelah kejadian, menyebut insiden ini sebagai “nyaris menjadi bencana besar.”
“Kami tahu ada orang-orang yang hampir berada di lokasi yang salah pada waktu yang salah. Ini sangat mengkhawatirkan jika kejadian serupa terulang di masa depan,” ujarnya.
Baca juga: 15 Tahun Setelah Tsunami, Otsuchi Jepang Kembali Diuji Kebakaran Hutan
Megatsunami berbeda dari tsunami biasa.
Jika tsunami umumnya disebabkan gempa bumi bawah laut dan bisa menjalar jauh hingga lintas samudra, megatsunami biasanya terjadi akibat longsor besar yang jatuh ke air—seperti gunung runtuh atau bongkahan es besar.
Dampaknya sangat besar, tetapi biasanya terbatas di area sekitar kejadian.
Dalam kasus Alaska ini, gelombang menghantam area fjord dengan kekuatan ekstrem, menghancurkan vegetasi dan meninggalkan jejak kerusakan di lereng-lereng sekitar.
Saat tim peneliti tiba di lokasi, mereka menemukan pohon-pohon tumbang, tanah yang terkelupas, serta area batuan yang terbuka akibat sapuan gelombang.
Para ilmuwan menilai kejadian ini tidak lepas dari pencairan gletser akibat perubahan iklim. Gletser yang sebelumnya menopang struktur batuan kini menyusut, membuat lereng gunung menjadi tidak stabil.
Dr. Stephen Hicks dari University College London menjelaskan bahwa es sebelumnya berfungsi “menopang” bagian tebing. Ketika es mencair, bagian bawah tebing menjadi terbuka dan rentan runtuh.
“Ketika penyangga alami itu hilang, material batu bisa runtuh secara tiba-tiba ke fjord,” jelasnya.
Alaska memang dikenal sebagai wilayah yang rentan terhadap megatsunami karena kombinasi faktor geografis: fjord sempit, pegunungan curam, dan aktivitas gempa yang tinggi.
Para peneliti kini semakin khawatir karena meningkatnya aktivitas manusia di daerah terpencil, termasuk wisata kapal pesiar yang justru mendekat ke area berisiko.
“Semakin banyak orang mengunjungi tempat-tempat terpencil untuk melihat dampak perubahan iklim, tetapi mereka juga masuk ke wilayah yang berbahaya,” kata Hicks.
Megatsunami terbesar yang pernah tercatat terjadi pada 1950-an dengan ketinggian lebih dari 500 meter.
Peristiwa di Alaska ini kini menempati posisi kedua tertinggi yang pernah didokumentasikan.
Meski tidak menimbulkan korban besar kali ini, para ilmuwan menegaskan kalau kejadian serupa di masa depan bisa berakibat fatal jika terjadi di lokasi yang lebih padat atau saat ada aktivitas manusia di sekitar titik dampak.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.