Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - 16 korban tewas dalam kecelakaan Bus ALS dengan Mobil tangki BBM PT Seleraya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Sumsel rencananya akan dibawa ke Palembang.

16 kentong Jenazah ini akan dibawa dari RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau ke Kota Palembang menggunakan 16 mobil ambulans.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Adithia Bagus Arjunadi menyampaikan 16 kantung jenazah ini akan dibawa dengan pengiringan dari  pihak Polres Lubuklinggau 

"Jadi malam ini 16 jenazah yang ada di RS Siti Aisyah ini akan digeser (dibawa) ke Palembang," ungkap Adithia pada Tribunsumsel.com.

Kapolres menjelaskan alasan jenazah digeser ke Palembang tepatnya di RS Bhayangkara karena jauh lebih lengkap.

"Di Palembang ada tim Dvi yang telah menunggu untuk proses identifikasi sesungguhnya," ujarnya.

Dalam pergeseran jenazah ini pihak Polres Lubuklinggau akan memfasilitasinya secara langsung bersama pihak Rumah Sakit Siti Aisyah.

"Alasan digeser ini ke Palembang karena lokasi yang tidak memadai dan di Palembang jauh lebih lengkap di sana," ungkapnya.

Baca juga: Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS vs Mobil Tangki di Muratara, Adu Kambing Usai Bus Hindari Lubang

Baca juga: Belum Teridentifikasi, 16 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Hanya Diberi Nomor Urut

Kronologi Kejadian

Kecelakan ini terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jayo, Kabupaten Muratara, Rabu (6/5/2026) siang.

Dalam laporan kepolisian jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakan lalulintas ini berjumlah 16 orang.

Rinciannya 14 orang dari Bus ALS  orang, 2 orang dari mobil Tangki BBM 

Sementara penumpang selamat diinformasikan 4 orang, kini menjalani perawatan di Puskesmas Karang Jaya, 3 luka mengalami bakar serius, dan 1 lecet-lecet.

Ada pun identitas pengemudi Bus ALS yakni Alif (44 tahun) warga Jawa Tengah dengan kernet Saf (50) meninggal dunia dan M Fadli kondisi selamat hanya mengalami luka goresan.

Kemudian pengemudi mobil tangki BBM PT Seleraya atas nama Yanto dengan kondisi meninggal dunia dan penumpang Martini dengan kondisi meninggal dunia.

Kasat Lantas Polresta Muratara, AKP M Karim menyampaikan, berdasarkan keterangan kernet bus yang selamat, peristiwa itu bermula ketika bus oleng ketika menghindari sesuatu saat melintas di lokasi kejadian.

"Bus masuk lubang akhirnya masuk jalur lainnya, mobil terjadi adu kambing, sementara mobil tangki posisinya bawa minyak mau bongkar," kata Karim pada wartawan.

Karim mengungkapkan dugaan penyebab kebakaran yakni diduga karena berasal dari minyak mentah menyambar ke mobil saat kecelakan.

"Sementara untuk ada motor,  itu milik penumpang dalam bus itu, dari Bus ALS itu," ujarnya.

16 Kantong Jenazah di Bawa ke Lubuklinggau.

Kasatlantas menjelaskan untuk proses selanjutnya jenazah ini ditempatkan di RS Siti Aisyah menunggu keluarganya sementara waktu.

"Sejauh ini sudah satu persatu mengirim data ke Polres Muratara kemudian kedepan mungkin ada ciri-ciri khusus yang mereka kenali," bebernya.

Intinya sekarang dititipkan di rumah sakit terlebih dahulu nanti pihak Labfor yang akan mengidentifikasi secara langsung.

"Lalu kedepan mungkin akan diumumkan atau apa, kemudian untuk sopir tangki BBM itu sudah diketahui identitasnya yakni warga belani Kabupaten Muratara," ungkapnya.

 

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.