TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dua rumah ambruk menyusul pecahnya pipa transmisi air milik Perumda Tirtawening, di Jalan Cibangkong Lor, RT/01, RW/05, Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Rabu (5/6).
Musibah Pipa PDAM Pecah ini juga membuat kirmir anak Sungai Cikapundung ambrol sepanjang hampir 50 meter dengan kedalaman sekitar lima meter.
Beruntung tak terdapat korban jiwa atau terluka.
Bambang Suhermanto (62), warga yang rumahnya ambruk, mengatakan pecahnya pipa PDAM terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.
Saat itu, Bambang dan keluarganya tengah berada di rumah.
"Tidak angin tidak ada hujan, tiba-tiba terdengar suara seperti ledakan, terus keluar air besar, tingginya sekitar dua meter," ujar Bambang kepada Tribun saat ditemui di dekat rumahnya yang ambruk.
Suara ledakan, kata Bambang, terdengar dua kali. Jarak ledakan pertama dan kedua berdekatan. Namun, Bambang tidak mengingat secara pasti berapa waktunya.
"Tidak ingat, saya sama keluarga sudah panik, langsung keluar. Pas ledakan kedua itu rumah saya sama rumah Ibu Sri langsung ambruk. Jadi, suaranya yang kedua itu seperti suara mesin gitu, terus meledak lagi," katanya.
Air yang menyembur dari pipa usai ledakan menggenangi sejumlah rumah warga.
"Lumayan tinggi, gede juga, banjir sampai ke kali. Rumah warga juga kebanjiran," ujarnya.
Bambang mengaku tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga miliknya.
"Hanya baju yang dipakai saja, di rumah ada laptop, emas perhiasan sama uang masjid, istri saya bendahara, lupa berapa jumlahnya," ujarnya.
Bambang mengatakan, bersama istri dan dua anaknya, mereka akan mengungsi di rumah saudara istrinya yang tak jauh dari rumahnya.
"Sementara di rumah saudara istri saya dulu, saya tidak berani meninggalkan rumah karena banyak barang berharga," katanya.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Dian Rudianto mengatakan, berdasarkan hasil pendataan sementara, total ada 77 Kepala keluarga (KK) yang terdampak akibat peristiwa tersebut.
"Yang rusak berat ada dua rumah, sementara yang terdampak akibat air meluap ada 77 KK. Kalau jumlah rumah [yang terdampak] belum terdata," ujar Dian, kemarin.
Dian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Tidak ada korban luka atau jiwa dan tidak ada pengungsian," ujarnya.
Dian meminta warga yang rumahnya berada di dekat kirmir anak Sungai Cikapundung untuk memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.
"Mitigasi sementara mengimbau kepada warga yang rumahnya dekat kirmir untuk memindahkan barang-barang yang nempel ke tembok ke tempat aman. Ini untuk mengurangi beban tanah di dekat kirmir itu," ucapnya.
Bersama UPT Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung, ujar Dian, mereka masih membantu warga untuk membersihkan material lumpur yang menutupi jalan dan rumah warga.
"Kami melakukan evakuasi dan membersihkan sisa material lumpur yang masuk ke rumah warga," katanya
Pantauan Tribun Jabar, semalam, hingga pukul 20.00 WIB, pembersihan masih dilakukan. Sisa-sisa lumpur yang terbawa air terlihat masih menumpuk di halaman rumah warga. (nazmi abdurahman)