TRIBUNJATIM.COM - Benarkah Indonesia akan mengalami mati listrik selama 7 hari mulai 20 Februari 2026?
Unggahan yang mengabarkan Indonesia akan mati listrik selama tujuh hari tersebut viral di media sosial X.
Cuitan tersebut diunggah oleh akun fanbase @tanyakanrl pada Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Daftar 100 Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek dalam Bahasa Indonesia, Inggris, & Mandarin
Dalam unggahan menfess tersebut, netizen mempertanyakan soal kemungkinan Indonesia bakal mati listrik mulai Jumat (20/2/2026).
Kabar tersebut menimbulkan kepanikan sejumlah orang.
"Guys, beneran ga si yang tanggal 20 bakal mati listrik seminggu tuh? Ibu aku sampe panik banget buat persiapannya," tulis unggahan tersebut.
Hingga Minggu (15/2/2026), unggahan ini telah dikomentari 134 netizen, dibagikan selama 74 kali, dan disukai sebanyak 2.500 orang.
Lantas, bagaimana kebenaran dari kabar burung tersebut?
Manajer Komunikasi dan tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari, membantah kabar dalam unggahan tersebut.
Dia mengatakan, pasokan listrik PLN untuk pelanggan hingga saat ini bisa diandalkan.
Untuk menghindari informasi palsu atau hoaks, pelanggan dapat mengeceknya langsung melalui aplikasi PLN Mobile atau kontak PLN 123.
Selain informasi terkini, pelanggan juga bisa mengakses layanan pasang daya baru, penambahan daya, hingga keluhan dan pengaduan lainnya.
Pada awal Januari 2026, informasi yang sama tentang pemadaman listrik selama sepekan pernah beredar di media sosial TikTok.
Unggahan video singkat tersebut menampilkan nama Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan) Dharma Pongrekun yang mengeklaim bahwa listrik hingga layanan ATM di Indonesia akan mati selama tujuh hari ke depan.
Pernyataan ini disampaikannya saat berbicara dalam tayangan di kanal YouTube Ngaji Roso pada Senin, 12 Januari 2026.
Dia bilang bahwa selama ini masyarakat mengalami ketergantungan terhadap benda-benda yang berbasis tenaga listrik.
Pongrekun juga memperingatkan soal persiapan keadaan darurat tujuh hari yang terjadi secara mendadak sehingga warga diminta untuk menyebarluaskan kabar tersebut.
Dikutip dari Kompas.com, 23 Januari 2026, informasi mengenai pemadaman listrik selama beberapa hari itu merupakan panduan kesiapsiagaan keadaan darurat 72 jam yang diterbitkan program dari Kementerian Keadilan dan Keamanan Belanda.
Dalam panduan itu, Menteri Keadilan dan Keamanan Belanda, Foort van Oosten, mengatakan bahwa panduan tersebut berisi tips praktis untuk mengelola 72 jam pertama dalam keadaan darurat nasional di sana.
"Dengan buku panduan ini, kami ingin memastikan bahwa semua warga Belanda dapat siap menghadapi keadaan darurat," ujar Van Oost.
Buku tersebut juga merupakan bagian dari kampanye tahun ke tahun bertajuk Think Ahead atau Denk Vooruit.
Panduan itu diterbitkan secara bertahap dan didistribusikan ke lebih dari 8,5 juta rumah tangga mulai 26 November 2025 dan 10 Januari 2026.
Buku panduan tersebut dapat diunduh dalam Bahasa Inggris di tautan ini.