TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita di Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur yang viral di media sosial diduga melakukan penipuan dikenal sukses.
Menurut pengurus lingkungan dan warga sekitar tempat WO berkantor di RT 01/RW 05 Kelurahan Ceger, usaha WO tersebut terus menanjak selama lima tahun beroperasi.
Pada awal berdiri WO hanya menyewa satu rumah di Jalan H. Siun II, namun seiring bertambahnya pelanggan pemilik lalu menyewa tiga rumah lain yang berdekatan untuk dijadikan kantor.
"Pertama satu, terus dua, tambah lagi, satu lagi, tambah lagi tanah kosong untuk parkiran propertinya (dekorasi pernikahan)," kata Ketua RT 01/RW 05, Ceger, Azli, Senin (8/12/2025).
Masing-masing rumah yang disewa sebagai kantor WO memiliki luas sekitar 100 meter persegi, dua rumah di antaranya bertingkat dua, sementara satu rumah lainnya dalam proses pembangunan.
Pada akhir pekan saat banyak warga mengadakan pesta pernikahan empat rumah yang digunakan sebagai kantor itu selalu sibuk dengan aktivitas puluhan pegawai, dan keluar masuk kendaraan.
Sehingga warga sekitar tidak menyangka bahwa WO tersebut kini terjerat kasus dugaan penipuan, banyak catering yang tidak diantar pengelola WO kepada klien saat pesta pernikahan berlangsung.
Sejak Minggu (7/12/2025) sejumlah korban penipuan yang sudah membayarkan uang jasa datang ke kantor WO untuk menuntut ganti rugi atas penipuan yang mereka alami.
"Waktu Jumat (5/12) pagi masih ramai aktivitas pegawai segala macam. Nah tiba-tiba waktu Minggu (7/12) baru heboh katanya karena catering gagal melaksanakan tugas," ujar Azli.
Namun kala penggeredukan pemilik tidak berada di lokasi, sehingga para korban yang datang tidak mendapat jawaban pasti atas kerugian mereka alami akibat ditipu.
Berdasarkan catatan pengurus lingkungan setempat sudah ada 10 korban datang melapor karena menjadi korban penipuan, baik korban yang sudah membayar lunas atau pun uang muka.
Bahkan hingga Senin (8/12/2025) masih ada sejumlah korban yang datang ke kantor WO untuk mempertanyakan hak mereka, tapi mereka tidak mendapat penjelasan resmi dari pemilik WO.
Menurut pengurus lingkungan sejak awal membuka usaha WO dengan menyewa rumah di Jalan Haji Siun II, pemilik WO memang nyaris tidak pernah menetap di kantornya.
"Kalau hari Senin sampai Kamis itu memang di kantor seperti libur enggak ada aktivitas. Pas hari Jumat, Sabtu, Minggu baru ada terlihat pegawai masak segala macam," tutur Azli.
Setidaknya ada 10 pegawai tetap yang berada di kantor WO, namun saat proses produksi catering terdapat puluhan pegawai lepas membantu proses produksi dan bongkar muat dekorasi.
Pasalnya pada akhir pekan WO tersebut dalam satu harinya saja dapat melayani lima hingga enam pesta pernikahan, kliennya pun tidak hanya berada di wilayah Jakarta saja.
Namun warga sekitar mengaku tidak terlalu mengenal sosok pemilik WO, mereka hanya kerap berinteraksi dengan pegawai tetap yang tinggal pada empat rumah tempat produksi.
"Usahanya berkembang terus, makin ramai yang saya lihat. Kalau akhir pekan itu pegawainya bisa sampai 30, banyak pegawai lepasnya yang membantu kan soalnya," tutur warga sekitar, Niman.
Sebelumnya sebuah video viral merekam ratusan warga mendatangi kantor wedding organizer (WO) di wilayah Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur viral di media sosial.
Berdasarkan narasi yang beredar disebutkan bahwa warga mendatangi kantor WO tersebut karena menjadi korban penipuan layanan catering disediakan WO tersebut, Minggu (7/12/2025).
Pasalnya berdasarkan narasi yang beredar sejumlah korban yang sudah membayar untuk mendapat layanan catering saat pernikahan, justru tidak menerima makanan dari pihak WO.
Kerugian yang dialami para korban pun terbilang besar, karena masing-masing korban mengakui membayar hingga puluhan juta rupiah terhadap pengelola WO tersebut.