Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE -  Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Lhokseumawe, M Agam Khalilullah, pada 25 -26 November 2025 lalu, mengikuti kegiatan  PMI Provinsi Aceh, di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

Selesai acara, dia bersama rombongan pun berencana untuk pulang.

Namun sayang, jalan lintas Bireuen Takengon sudah mulai tertimbun longsor.

Hingga dirinya pun harus bertahan di Kota Takengon selama tiga hari.

Pada Sabtu (29/11/2025) siang, dia bersama sejumlah rekannya, dangan mengendarai mobil mencoba untuk bergerak menuju Bener Meriah.

"Kami yang pertama melintas. Alhamdulillah lewat hingga sampai ke Bener Meriah," katanya.

Sampai di Bener Meriah, pihaknya pun mengetahui kalau jalan KKA (Bener Meriah-Aceh Utara) amblas dan dipenuhi longsor.

Maka diambil kesimpulan, mobil dititipkan di rumah teman. 

Lalu dia bersama tujuh temannya yang lain nekat berjalan kaki untuk melintasi jalan KKA untuk bisa kembali ke Kota Lhokseumawe.

Menurut M Agam, mereka mulai bergerak dari Bener Meriah pada pukul 17.00 WIB atau pukul 5 sore.

Namun meskipun harus berjalan kaki, medan yang dilalui sengat berbahaya.

Saat ada jalan yang putus total, maka mereka harus turun ke bawah tebing untuk mencari jalan alternatif.

Disamping itu juga, mereka harus melintasi jalan yang dipenuhi lumpur akibat longsor.

"Ada juga badan jalan yang dipenuhi bebatuan karena longsor. Tapi kami dengan penuh kehati-hatian tetap berupaya melintas," katanya.

Istirahat sambil makan seadanya dari bekal yang mereka bawa

Sekitar pukul 22.00 WIB atau pukul 10 malam, mereka sampai di lokasi pengungsian warga setempat. 

"Kawasannya masih dalam Kabupaten Bener Meriah" katanya.

Dititik pengungsian tersebut mereka istirahat sambil makan seadanya dari bekal yang mereka bawa.

Tepat pada pukul 06.00 WIB, yakni sudah memasuki hari Minggu (30/11/2025), mereka kembali berjalan kaki.

Medan yang dilalui masih sangat berat. Karena selain ada jalan yang amblas, ada juga longsor.

"Hitungan kami, ada sekitar delapan titik yang jalannya putus total. Sedangkan untuk longsor, sangat banyak," katanya.

Saat memasuki Gunung Salak, yakni sudah dalam wilayah Aceh Utara, medan yang dilalui tidak separah sebelumnya.

Walaupun masih ditemukan sejumlah lokasi yang ditutupi longsor atau pun jalan amblas.

"Sekitar pukul 5 sore, kami pun sampai ke Simpang KKA Aceh Utara dengan selamat," katanya.

Setelah itu mereka pun mengisi daya handphone, lalu menelepon temannya untuk dijemput ke lokasi.

Lalu dari Simpang KKA, mereka pun pulang memggunakan mobil ke Lhokseumawe.

Jadi dia berpesan pada warga, bila memang saat ini tidak terlalu darurat, agar menghindari perjalanan lintas KKA, dikarenakan medannya memang sangat berbahaya.(*)

 

Baca Lebih Lanjut
Bener Meriah-Aceh Tengah Sudah Bisa Dilintasi
Mufti
Banyak ruas jalan putus, Polda Aceh imbau warga tunda perjalanan
Antaranews
Terisolasi Akibat Banjir, Warga Desa Bukit Mulie Bener Meriah Bertahan Tanpa Listrik dan Jaringan
Muhammad Hadi
11 Orang Tewas Akibat Banjir-Longsor di Bener Meriah Aceh, 13 Masih Hilang
Detik
Seekor anak gajah mati diduga konsumsi racun di Bener Meriah
Antaranews
Usai Banjir, Kini Lhokseumawe Panas Menyengat, Begini Prediksi Cuaca Hingga 3 Hari Kedepan
Saifullah
Alhamdulillah, Cuaca Sebagian Aceh tak Lagi Hujan hingga 3 Hari Kedepan, Ini Data BMKG
Saifullah
Lagi, 2 Warga di Aceh Utara Meninggal Terseret Arus Banjir, Total 4 Orang
Nurul Hayati
BREAKING NEWS - Lagi, Seorang Pemuda Meninggal Terseret Arus Banjir Aceh Utara
Nurul Hayati
Besok, 26 November Sebagian Aceh Diprediksi Dilanda Hujan Lebat, Ini Data BMKG
Nur Nihayati