BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Bukit Pau merupakan salah satu potensi wisata alam yang menarik di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Bukit Mangkol, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Terletak di wilayah administratif Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, potensi alam di kawasan itu saat ini dikembangkan sekelompok anak muda bernama Komunitas Speradik Bangka Adventure.

Mereka menambahkan beberapa fasilitas penunjang bagi para pengunjung, salah satunya, yakni kafe bertema alam, dengan nama Dinding Tebing. 

Dibuka sejak akhir bulan Juni 2025 lalu, Kafe Dinding Tebing menyajikan pemandangan alam yang cukup memanjakan mata, berpadu semilir angin terutama di waktu sore hari.

Koordinator komunitas Speradik Bangka Adventure Yogi, selaku pengelola Kafe Dinding Tebing Bukit Pau menyebutkan, ide pengembangan kawasan tini tak terlepas dari keinginan untuk menjaga kelestarian ekosistem lingkungan.

"Pertama kita juga menjaga alam, seperti misalnya penambangan batu atau penebangan pohon liar karena disini masuk kawasan hutan koservasi. Karena kbetulan kami memang hobi dengan alam, sebelum mengelola ini, kami memang sudah sering camping disini," ujar Yogi saat berbincang dengan Bangkapos.com, Sabtu (26/7/2025).

Dikatakan Yogi, sejak dibukanya Kafe Dinding Tebing jumlah pengunjung ke Bukit Pau mengalami kenaikan signifika.

Padahal pengunjung diharuskan melewati jalan tanah cukup terjal ketika dilalui kendaraan bermotor, untuk kemudian berjalan kaki sekitar 10-20 menit untuk tiba di lokasi.

"Biasanya ramainua terbagi dua sesi, pagi sekitar jam 6 sampai 8 karena bisa melihat sunrise dari sini. Kemudian sore dari jam 3, sampai jam 6 sore ramai juga," tambahnya.

Untuk itu ia menerangkan, rencananya beberapa fasilitas tambahan akan dibangun dalam waktu dekat, agar bisa memberikan daya tarik lebih pada masyarakat datang ke wisata alam ini.

"Kalau dengan orang yang banyak ini mungkin akan nambah toilet, kemudian rencananya bulan depan ada body swing. Sekarang paling kami menyediakan kafe, orang menikmati suasa sambil pesen kopi atau menu lain, kemudian kami saat ini juga menyediakan lahan camping," terangnya.

Terkahir dirinya juga berharap pengembangan ini bisa membantu masyarakat sekitar untuk meningkatkan perekonomian, baik itu lewat pengembangan UMKM dan tersedianya lapangan pekerjaan bagi generasi muda.

"Karena kita kan narik UMKM juga, dari warga setempat. Kemudian kalau banyak wahana-wahana mungkin bisa menarik anak-anak muda khsusunya dari Kelurahan Dul untuk ikut bergabung," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

Baca Lebih Lanjut
Kemenpar promosikan pariwisata Indonesia lewat "famtrip" ke Belitung
Antaranews
5 Rekomendasi Wisata di Sragen Jateng yang Anti Mainstream: Air Terjun Syahdu & Panorama Gunung Lawu
Hanang Yuwono
Panduan Wisata Bandung: Dari Alam Hingga Urban, Lengkap!
Detik
Majalengka Exotic Sundaland, Pesona Alam dan Budaya yang Memanjakan Mata di Majalengka
Taufik ismail
Barcelona Lepas Pau Victor ke Sporting Braga
Detik
PT Timah lestarikan tradisi lomba dayung masyarakat Bangka
Antaranews
Film pendek "#KitaBerkebaya" upaya komunitas jaga ekosistem kebaya
Antaranews
Johor Baru Rajin Bersih-Bersih Jalanan demi Wisata Malaysia Lebih Baik
Detik
Lingkungan tanpa asap rokok penting sejak hamil demi cegah stunting
Antaranews
5 Rekomendasi Wisata Malam di Karanganyar Jawa Tengah, Nikmati Suasana Kota dari Ketinggian
Hanang Yuwono