TRIBUNNEWS.COM - Kebotakan tidak selalu identik dengan usia lanjut. 

Pada sebagian orang, rambut mulai menipis atau mengalami kebotakan sejak usia muda sehingga dapat memengaruhi penampilan dan rasa percaya diri. 

Kondisi tersebut tentu tidak sebaiknya hanya ditangani dengan menggunakan produk penyubur rambut tanpa mengetahui penyebab yang mendasarinya. 

Menurut Praktisi Anti Aging & Kecantikan, dr. Theressia, M. Biomed (AAM), penanganan kebotakan perlu diawali dengan mencari tahu faktor yang menyebabkan rambut mengalami kerontokan atau pertumbuhan yang tidak optimal.

Selain memperhatikan kondisi rambut dan kulit kepala, status gizi juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. 

Asupan nutrisi yang cukup penting untuk menunjang kesehatan rambut. 

Sementara itu, dalam menjaga berat badan tetap ideal, tidak ada satu jenis minuman yang secara khusus dapat menjadi solusi tunggal. 

Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan, sedangkan minuman dengan kandungan gula dan kalori tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. 

Pola makan seimbang dan kecukupan asupan secara keseluruhan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga berat badan.

Ketika kebotakan sudah cukup signifikan, terdapat sejumlah pilihan tindakan medis yang dapat dipertimbangkan. 

Mulai dari platelet-rich plasma (PRP), secretome, exosome, hingga penggunaan laser dengan panjang gelombang tertentu. 

Baca juga: Rambut Mulai Botak di Usia Muda, Bisa Diatasi? Ini Pilihan Treatment Menurut Dokter

Namun, pilihan treatment tidak dapat disamaratakan karena perlu disesuaikan dengan kondisi dan penyebab kebotakan masing-masing pasien. 

Bahkan, apabila folikel rambut sudah tidak tersedia pada area yang mengalami kebotakan, hair transplant dapat menjadi salah satu pilihan yang dibahas bersama dokter.

Cari Tahu Penyebab Kebotakan Terlebih Dahulu

Menurut dr. Theressia, langkah pertama dalam menangani pasien dengan masalah kebotakan adalah mencari tahu penyebabnya. 

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah terdapat kondisi tertentu yang menjadi pemicu kerontokan atau kebotakan rambut.

"Jadi, pertama kalau pasien datang ke klinik saya selalu mencari tahu nih penyebab kebotakannya itu apa gitu ya kan. Cari tahu penyebabnya dan diobati dulu penyebabnya," kata dokter Theressia dalam siniar BEAUTY HEALTH di Kantor Tribunnews Solo, Jawa Tengah Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, dokter juga perlu memastikan tidak terdapat gangguan hormonal maupun PCOS. 

Pasalnya, apabila hanya memberikan obat atau produk untuk menyuburkan rambut tanpa menangani penyebabnya, masalah kebotakan berpotensi kembali terjadi.

"Kita harus pastikan bahwa tidak ada kelainan hormonal, tidak ada PCOS. Karena percuma kalau kita obati cuma sekadar kasih hormon, kasih penyubur rambut, tapi kita tidak mengobati penyebabnya, dia akan berulang terus," jelasnya.

Demikian, penanganan kebotakan sebaiknya tidak hanya berfokus pada pertumbuhan rambut, tetapi juga pada faktor yang menyebabkan kondisi tersebut muncul.

Perhatikan Status Gizi dan Nutrisi

Setelah penyebab kebotakan diperiksa, status gizi menjadi salah satu aspek yang juga perlu diperhatikan. 

Menurut dr. Theressia, sebagian orang mungkin mengalami kekurangan vitamin dan mineral tertentu tanpa menyadarinya.

Salah satu yang disebutkan adalah vitamin D. Nutrisi tersebut dinilai penting untuk pertumbuhan dan kesehatan rambut. 

Selain vitamin D, ia juga menyebut sejumlah zat gizi lain yang diperlukan, seperti zinc, vitamin K2, magnesium, dan keratin untuk membantu menguatkan rambut.

"Kadang-kadang beberapa, terutama orang-orang Indonesia itu tidak sadar bahwa mereka terdefisiensi vitamin D. Padahal vitamin D itu penting sekali untuk pertumbuhan rambut dan menjaga kesehatan rambut," ujar dr. Theressia.

Ia menambahkan, kebutuhan nutrisi setiap orang tidak selalu sama sehingga dosis atau suplementasi sebaiknya tidak ditentukan secara sembarangan.

"Nah, bagaimana sih dosisnya? Dan memang harus dikonsultasikan ke dokter karena setiap orang adalah unik. Ya, balik lagi ya. Setiap orang adalah unik dan kita harus memastikan bahwa kecukupan gizinya," tambahnya.

PRP untuk Membantu Pertumbuhan Rambut

Apabila pasien ingin menjalani tindakan untuk membantu pertumbuhan rambut, salah satu pilihan yang disebutkan dr. Theressia adalah PRP atau platelet-rich plasma.

Dalam prosedur tersebut, darah pasien diambil kemudian diproses untuk mendapatkan bagian plasma yang kaya akan trombosit.

Plasma tersebut selanjutnya digunakan untuk tindakan pada area kulit kepala sesuai prosedur medis.

"Banyak sekali tindakan bisa dilakukan untuk membuat pertumbuhan rambutnya bagus. Bisa dengan PRP, PRP buat rambut nanti disuntikkan, diambil darah kita, terus disentrifus, diolah sehingga ada platelet plasmanya yang diambil untuk disuntikkan ke dalam kepala kita," jelasnya.

Pemilihan PRP tentunya perlu mempertimbangkan kondisi rambut dan folikel pasien. 

Karena itu, pemeriksaan terlebih dahulu tetap menjadi bagian penting sebelum menentukan tindakan.

Secretome, Menggunakan Growth Factor

Selain PRP, terdapat pula treatment yang disebut secretome. 

Dalam wawancara tersebut, dr. Theressia menjelaskan bahwa secretome memiliki konsep yang berkaitan dengan sel punca, tetapi yang digunakan dalam treatment adalah bagian tertentu yang mengandung growth factor.

"Atau bisa pakai secretome. Secretome itu kayak stem cell, tapi diambil intinya, dikeluarkan sel-selnya sehingga hanya ada growth factor-nya di situ untuk disuntikkan ke dalam kulit kita," terangnya.

Treatment tersebut menjadi salah satu pilihan yang disebutkan untuk membantu mendukung pertumbuhan rambut, terutama ketika pasien masih memiliki folikel rambut yang dapat ditangani.

Exosome untuk Rambut dan Kulit Berbeda

Exosome juga disebut sebagai salah satu treatment yang saat ini banyak diperbincangkan. 
Namun, menurut dr. Theressia, penggunaannya bersifat spesifik sehingga exosome untuk rambut dan kulit tidak dapat dianggap sama.

"Yang ketiga bisa juga dengan exosome. Ini sekarang lagi booming namanya exosome. Exosome itu sebenarnya mirip dengan secretome tapi dia spesifik," kata dr. Theressia.

Ia menegaskan bahwa exosome yang digunakan untuk hair berbeda dengan exosome untuk kulit. Oleh sebab itu, penggunaannya perlu disesuaikan dengan tujuan treatment.

"Jadi exosome itu yang untuk hair sama yang untuk kulit itu berbeda. Jadi yang exosome kulit ya exosome kulit, yang exosome hair ya hair. Jadi enggak boleh digabungkan karena itu sangat-sangat spesifik untuk si sel-sel tersebut," jelasnya.

Laser dengan Panjang Gelombang Tertentu

Selain PRP, secretome, dan exosome, terdapat pula pilihan laser yang dapat digunakan dalam penanganan masalah rambut. 

Namun, dr. Theressia menekankan bahwa tidak semua laser memiliki fungsi yang sama.

Menurutnya, terdapat laser dengan panjang gelombang tertentu yang dapat berperan dalam membantu memperlancar sirkulasi darah sehingga dapat mendukung pertumbuhan rambut.

"Ada beberapa laser juga yang menunjukkan panjang gelombang tertentu ya. Enggak semua laser, panjang gelombang tertentu yang membuat peredaran darah kita juga akan lebih lancar sehingga membantu untuk pertumbuhan rambut," ungkapnya.

Banyaknya pilihan treatment tersebut, dokter tetap perlu menentukan tindakan berdasarkan penyebab dan kondisi rambut pasien.

Kebotakan di Usia Muda Bisa Mendapatkan Treatment

Kebotakan yang muncul sejak usia muda dan mulai mengganggu rasa percaya diri dapat dikonsultasikan kepada dokter. 

Namun, tindakan yang dipilih tetap bergantung pada kondisi folikel rambut.

Dr. Theressia menjelaskan, selama folikel rambut masih tersedia, sejumlah treatment seperti PRP, secretome, atau exosome masih dapat dipertimbangkan.

"Asalkan ada masih folikel rambutnya itu masih bisa dilakukan," katanya.

Artinya, keberadaan folikel menjadi salah satu hal penting dalam menentukan pilihan treatment untuk membantu pertumbuhan rambut.

Hair Transplant untuk Area yang Sudah Tidak Memiliki Folikel

Kondisinya berbeda apabila area yang mengalami kebotakan sudah tidak memiliki folikel rambut. 
Dalam situasi seperti ini, treatment yang bertujuan merangsang pertumbuhan rambut dapat menjadi lebih sulit dilakukan.

"Kalau misalnya memang sudah tidak ada folikel rambutnya, kita mau pakai exosome, kita mau pakai secretome, itu agak sulit," jelas dr. Theressia.

Salah satu pilihan yang dapat dicoba adalah hair transplant. 

Prosedur ini dilakukan dengan mengambil folikel rambut dari area donor, yang dalam wawancara dicontohkan berasal dari bagian belakang kepala, kemudian memindahkannya ke area yang mengalami kebotakan.

"Kalau sudah enggak ada, misalnya sudah enggak ada apa-apanya, itu bisa dicoba untuk memakai hair transplant, untuk terapi hair transplant. Jadi transplant dari rambut dari yang belakang itu biasanya lebih tebal, dipindahkan ke atas," terangnya.

Demikian, hair transplant menjadi salah satu alternatif ketika area tertentu sudah mengalami kebotakan dan tidak lagi memiliki folikel yang memadai untuk mendapatkan treatment stimulasi pertumbuhan rambut.

Penanganan Kebotakan Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Pasien

Berbagai pilihan treatment seperti PRP, secretome, exosome, laser, hingga hair transplant menunjukkan bahwa penanganan kebotakan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan. 

Namun, tidak berarti semua treatment cocok untuk setiap pasien.

Dr. Theressia kembali menekankan pentingnya mencari tahu penyebab kebotakan terlebih dahulu. 

Pemeriksaan terhadap faktor hormonal, kondisi kesehatan, status gizi, serta keberadaan folikel rambut dapat membantu dokter menentukan pilihan penanganan yang sesuai.

"Jadi memang banyak aspeknya ini, tapi kita lihat dulu nih penyebabnya apa dulu," pungkas dr. Theressia.

(Tribunnews.com/M Alvian Fakka)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.