TRIBUNNEWS.COM, TANGSEL - Ketika serangan stroke berhasil ditangani, perjuangan pasien belum tentu selesai.

Penyintas stroke masih dapat menghadapi berbagai kondisi yang membutuhkan pemulihan dan penyesuaian dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pada tahap ini, dukungan keluarga dan caregiver menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Kesadaran tersebut menjadi salah satu hal yang diangkat dalam program Stroke Friendly yang digelar Bidakara Medical Center (BiMC) Bintaro bersama Yayasan Duta KRESHNA Indonesia (YDKI) di  di Bidakara Medical Center dan Apotek Farmarin Bintaro Arcade, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (28/8/2026).

Program tersebut melibatkan penyintas stroke, keluarga dan caregiver, komunitas, serta masyarakat.

Sejumlah kegiatan dilakukan dalam program ini, mulai dari pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, senam otak, edukasi kesehatan mengenai stroke, hingga diskusi bersama tenaga medis.

Edukasi mengenai stroke disampaikan oleh dr. Dea Martasukma Gita Apsari, Sp.N.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan stroke, faktor risiko, langkah pencegahan, penanganan, serta pentingnya dukungan berkelanjutan bagi penyintas selama menjalani proses pemulihan.

Baca juga: Pencitraan Otak Pasien Stroke karena Sumbatan atau Perdarahan Penting untuk Penanganan

Stroke Tak Hanya soal Serangan

Stroke terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu, baik akibat penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak dan menimbulkan gangguan pada fungsi tubuh.

Namun, perhatian terhadap stroke tidak hanya diperlukan ketika seseorang mengalami serangan.

Pencegahan dengan mengenali dan mengendalikan faktor risiko menjadi bagian penting. Begitu pula dengan pendampingan setelah pasien melewati fase akut.

Sejumlah faktor risiko stroke bahkan dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas.

Tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tidak terkendali, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, obesitas, serta konsumsi alkohol berlebihan merupakan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko stroke.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu seseorang mengetahui kondisi tersebut lebih awal.

Pengendalian tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol juga menjadi bagian dari upaya menurunkan risiko stroke.

Pencegahan Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Sebagian faktor risiko stroke dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup dan penanganan medis yang tepat.

Langkah tersebut antara lain menjaga tekanan darah tetap terkontrol, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi asupan garam dan lemak jenuh, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan, berhenti merokok, serta mengendalikan diabetes dan kolesterol jika mengalaminya.

Bagi orang yang telah memiliki faktor risiko atau penyakit tertentu, pemeriksaan dan pengobatan perlu dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Obat yang telah diresepkan juga sebaiknya dikonsumsi sesuai petunjuk dan tidak dihentikan secara sepihak.

Baca juga: Hasil Cek Kesehatan Gratis : 4,9 Juta Warga Idap Hipertensi, Berisiko Jantung, Stroke hingga Ginjal

Pemulihan Membutuhkan Waktu

Bagi penyintas stroke, tantangan dapat berlanjut setelah mendapatkan perawatan akut.

Sebagian penyintas dapat mengalami gangguan gerak, bicara, menelan, kognitif, maupun perubahan emosional sehingga membutuhkan proses rehabilitasi.

Rehabilitasi dapat melibatkan berbagai tenaga kesehatan sesuai kondisi pasien, termasuk dokter, fisioterapis, terapis okupasi, terapis wicara, maupun tenaga kesehatan lainnya.

Di luar layanan kesehatan, keluarga dan caregiver juga memiliki peran dalam keseharian penyintas.

Mereka dapat membantu menjalankan program rehabilitasi, menjaga kepatuhan terhadap pengobatan, mendukung perubahan pola hidup, serta memberikan dukungan emosional selama proses pemulihan.

Target pemulihan pun tidak selalu sama pada setiap penyintas. Penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Kolaborasi Edukasi Kesehatan

Direktur Bisnis dan Komersial PT Fajar Farmatama, Asmu Ali Mauladi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kontribusi fasilitas kesehatan dalam edukasi dan pencegahan penyakit.

Menurut dia, fasilitas kesehatan tidak hanya berperan ketika masyarakat membutuhkan pengobatan, tetapi juga dalam upaya menjaga kesehatan dan memberikan edukasi.

"Karena itu, pendekatan promotif, preventif, edukasi kesehatan, hingga pendampingan pasien menjadi hal yang terus kami kembangkan," ujar Asmu Ali Mauladi.

Ia mengatakan kerja sama dengan YDKI diharapkan dapat berkembang menjadi program kesehatan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi penyintas stroke, keluarga, caregiver, maupun masyarakat.

"Kami melihat kolaborasi dengan YDKI bukan hanya sebagai sebuah kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah bagaimana kolaborasi ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi penyintas stroke, keluarga, caregiver, maupun masyarakat," lanjutnya.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga diajak lebih memahami faktor risiko stroke serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

Program ini sekaligus menjadi ruang pertemuan antara tenaga kesehatan, penyintas stroke, keluarga, caregiver, komunitas, dan masyarakat untuk membangun pemahaman mengenai pencegahan hingga pemulihan stroke.

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.