TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebuah nama baru membawa cerita yang baru pula. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai Citra Berkat Surabaya, sekolah tersebut resmi berganti nama menjadi Ciputra Kasih Surabaya pada Senin, (27/8/2026).

Tak lama setelah perubahan tersebut, nama Ciputra Kasih kembali mendapat kesempatan
untuk diperkenalkan di panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Di balik kemunculan identitas baru itu, terdapat seorang pemain yang ingin menjadikannya lebih dari sekadar pergantian nama sekolah.

Phileo Christian Melkisedek, pemain bernomor punggung 1 Ciputra Kasih, melihat basket
sebagai kesempatan untuk meninggalkan sebuah cerita baru sebelum masa SMA-nya berakhir.

Keinginan tersebut tidak hanya menjadi mimpi pribadi. Phileo mulai mengajak teman-temannya yang memiliki keseriusan serupa dalam bermain basket untuk membangun tim bersama.

Baca juga: Final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java: Sinlui Kawin Gelar Lagi Setelah 10 Tahun

Ia ingin mereka hadir di DBL bukan sekadar sebagai kumpulan pemain, melainkan sebagai
sebuah tim yang membawa identitas baru sekolah mereka.

“Aku pengen kayak membuat sejarah di sekolahku. Siapa tahu kami menang Round 2,” ujar
Phileo.

Mimpi tersebut tumbuh bersama para pemain yang sebenarnya sudah saling mengenal.

Beberapa di antara mereka bahkan pernah bermain bersama ketika sekolah masih
menggunakan nama Citra Berkat.

Mereka telah memiliki chemistry serta pengalaman bermain dalam satu tim. Namun, kali ini
mereka harus membawa identitas baru bersama Ciputra Kasih.

Pergantian nama sekolah membuat perjalanan mereka terasa seperti membuka lembaran baru.

Tim yang sebelumnya berlaga dengan nama Citra Berkat kini harus membangun cerita baru
sebagai Ciputra Kasih. Kesempatan tersebut hadir ketika Honda DBL mengumumkan sekolah
mereka sebagai salah satu peserta.

“Jujur kita kaget,” katanya.

Mereka pun tidak memiliki banyak waktu untuk sekadar menikmati rasa terkejut tersebut.

Kesempatan tampil di DBL justru membuat mereka segera mengambil langkah. Mereka mulai
mencari pelatih dan menyusun persiapan agar tim yang terbentuk dari inisiatif beberapa pemain itu benar-benar siap ketika waktunya bertanding.

Pelatih dari Pacific Caesar dan NSA kemudian didatangkan untuk membantu proses persiapan
tersebut.

Program latihan pun dibuat lebih terarah dengan membagi porsi fisik dan game. Dua kali latihan fisik serta dua kali latihan game menjadi bagian dari usaha mereka untuk mengejar kesiapan sebelum tampil di panggung DBL.

Persiapan tersebut memang masih jauh dari sempurna. Masih ada berbagai hal yang perlu
dibangun, terutama karena tim ini baru mulai menemukan bentuknya dengan identitas Ciputra Kasih.

Namun, di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Phileo melihat kesempatan yang datang
sebagai sesuatu yang tidak boleh dilewatkan.

Terlebih, dirinya kini sudah duduk di kelas XII.

Waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut semakin terbatas. Karena itu, ketika kesempatan
tampil di DBL benar-benar hadir, Phileo ingin seluruh pemain memberikan kemampuan terbaik mereka.

“Ayo guys, ini kesempatan terakhir bagi kelas 12. Kita harus hard work, kita harus effort, kita
harus all in, all out,” ujarnya.

Ada perasaan berbeda ketika mereka akhirnya membawa identitas Ciputra Kasih ke panggung
DBL.

Nama yang baru resmi digunakan sekolah tersebut kini ikut dibawa ke lapangan, berjalan
beriringan dengan mimpi yang sejak awal ingin dibangun Phileo bersama teman-temannya.

“Bagiku ini sebuah kebanggaan. Soalnya kita juga bawa nama sekolah, bawa almamater. Kalau
misal kita bermain di DBL dengan membawa nama sekolah itu kan feel-nya beda,” tutur Phileo.

Bagi Phileo, perjalanan tersebut bukan hanya tentang satu kesempatan untuk tampil. Ada
sesuatu yang ingin ia tinggalkan untuk sekolah sebelum masa sebagai siswa berakhir.

Sebab, tim ini tidak dibangun untuk menjadi cerita milik satu angkatan saja.

Phileo berharap para adik kelasnya dapat melanjutkan apa yang telah dimulai bersama
teman-temannya. Pengalaman berlatih, membangun chemistry, hingga keberanian membawa nama Ciputra Kasih ke panggung DBL diharapkan dapat menjadi bekal untuk perjalanan mereka selanjutnya.

“Harapanku semoga ke depan untuk adik-adik kelasku itu bisa lanjutin jasa kakak-kakak
kelasnya dan bisa terus ikut semua perjuangan, all effort-nya dari kakak-kakak sebelumnya,”
katanya.

Kini, masa Phileo di bangku SMA tinggal menunggu penghujungnya. Setelah dirinya dan teman-teman seangkatannya meninggalkan sekolah, cerita tentang Ciputra Kasih masih memiliki ruang untuk terus dilanjutkan.

Ia berharap tim tersebut dapat kembali tampil. Bukan hanya sekali, melainkan terus menjadi
bagian dari perjalanan Ciputra Kasih di DBL Surabaya.

Sebab, dari sebuah perubahan nama, lahirlah sebuah mimpi.

Dari mimpi tersebut, Phileo mengajak teman-temannya membangun sebuah tim. Dari tim itulah, nama Ciputra Kasih akhirnya memiliki langkah pertama di panggung DBL. Langkah tersebut kini menjadi awal yang dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.

Mereka yang kelak mengenakan jersey Ciputra Kasih tidak hanya akan membawa nama
sekolah, tetapi juga melanjutkan cerita yang telah dimulai Phileo dan teman-temannya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia.

Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL
Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3
Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100 persen Indonesia".

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play,
serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.