TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta resmi memperpanjang kontrak kiper Cahya Supriadi selama dua musim ke depan. Manajemen Laskar Mataram pun mengungkap pertimbangan dan alasan perpanjangan kontrak penjaga gawang andalannya itu.
General Manager PSIM Yogyakarta, Steven Sunny Salvatore, menegaskan bahwa perpanjangan kontrak ini didasari oleh kontribusi nyata Cahya di bawah mistar gawang.
“Alasan kita mempertahankan Cahya adalah karena performanya di musim ini memang cukup bagus. Meskipun terkadang pasang surut, secara keseluruhan penampilannya memuaskan untuk ukuran kiper muda seperti dia,” ujar Steven, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Steven, PSIM Yogyakarta tidak hanya mencari pemain yang siap tampil saat ini, tetapi juga sosok yang memiliki prospek jangka panjang untuk berkembang bersama klub.
Selain kualitas di lapangan, manajemen juga melihat potensi besar yang dimiliki Cahya untuk terus berkembang.
Statusnya yang mulai mendapat perhatian dari Timnas Indonesia senior menjadi salah satu pertimbangan penting.
“Hal tersebut juga menjadi suatu kebanggaan bagi kita karena dia dipanggil oleh Timnas senior kemarin. Meski tidak bergabung untuk laga FIFA Matchday, tapi kemungkinan besar dia masih ada peluang untuk ikut AFF,” katanya.
Keputusan PSIM Yogyakarta ini juga sebagai bukti keseriusannya membangun tim untuk menghadapi kompetisi mendatang.
Laskar Mataram memperpanjang kontrak Cahya Supriadi dengan durasi dua musim ke depan.
Keputusan mengikat Cahya hingga dua tahun menjadi sinyal kuat bahwa manajemen menjadikannya sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang klub.
Kepercayaan tersebut tidak lepas dari penampilan impresif sang kiper sepanjang musim lalu.
Pada kompetisi BRI Super League 2025/2026, kiper berusia 23 tahun itu tampil dalam 32 dari 34 pertandingan yang dijalani PSIM.
Ia mencatatkan 107 penyelamatan, satu assist, serta membukukan 595 umpan sukses dari total 797 percobaan.
Sementara, Cahya juga tak segan mengungkap alasan menerima perpanjangan kontrak di PSIM Jogja. Ia mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk menerima tawaran perpanjangan kontrak tersebut.
“Alasan utama saya memperpanjang kontrak karena saya sudah merasa sangat nyaman berada di Yogyakarta. Kenyamanan ini saya rasakan, baik dari kotanya maupun dari segala atmosfer sepak bolanya yang telah saya lalui selama satu musim ini,” ungkapnya.
Tak hanya faktor lingkungan dan sepak bola, dukungan keluarga yang terus mendampinginya di Yogyakarta juga menjadi alasan kuat hingga akhirnya ia sepakat menandatangani kontrak baru berdurasi dua musim.
Memasuki musim keduanya bersama PSIM, mantan penjaga gawang Timnas Indonesia kelompok usia itu bertekad mempertahankan posisinya sebagai kiper utama sekaligus membantu Laskar Mataram meraih hasil lebih baik.
“Saya tahu saat ini banyak pihak yang meragukan kami, tetapi hal itu justru menjadi motivasi besar. Kami ingin membuktikan kemampuan terbaik di lapangan dan membawa PSIM Yogya bersaing ketat di papan tengah hingga papan atas kompetisi,” tutupnya. (mur)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.