Jakarta -

Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak, termasuk dalam memilih asupan nutrisi harian. Salah satu nutrisi menjadi perhatian adalah susu, mengingat kandungannya penting dalam mendukung pertumbuhan fisik maupun perkembangan kognitif anak.


Sayangnya, saat ini banyak susu formula yang mengandung maltodekstrin, yaitu karbohidrat hasil olahan pati yang umum digunakan dalam berbagai produk pangan.


"Maltodekstrin itu merupakan rantai glukosa yang digunakan sebagai sumber karbohidrat yang mudah dicerna dan diserap pada susu formula bayi. Adapun kandungan ini banyak digunakan pada formula Lactose Reduce atau Lactose Free. Jadi dia pakai maltodekstrin supaya mudah dicerna," ujar Dokter Spesialis Anak & Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A K di acara Grand Launching AceKid 'New Fresh Standard' di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Minggu (7/6/2026).




dr. Rini mengungkapkan maltodekstrin kerap menjadi alternatif karbohidrat pada bayi yang membutuhkan laktosa atau menggunakan formula khusus. Namun, kandungan maltodekstrin juga dapat berisiko bagi tumbuh kembang anak.


"Di sini maltodekstrin memang ada perannya, tapi juga harus dilihat dampaknya. Jadi perannya sebagai alternatif karbohidrat pada bayi yang membutuhkan pembatasan lactose. Namun, hal ini dapat menimbulkan masalah pencernaan kalau komposisi maltodekstrinnya tidak sesuai," ungkapnya




dr. Rini menambahkan, maltodekstrin juga termasuk jenis karbohidrat buatan yang memiliki Indeks Glikemik (GI) sangat tinggi, yaitu hingga 110. Akibatnya, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat meningkatkan kadar glukosa darah.


"Ada beberapa penelitian bahwa anak yang konsumsi gula berlebihan pada usia satu tahun pertama kehidupan dapat memberikan penurunan kemampuan kecerdasan anak pada usia tiga tahun," jelasnya.


"Kalau berlanjut, konsumsi makan manis sampai usia dua tahun, dampaknya lebih luas lagi. Selain kognitif, juga penurunan kognitif, kemampuan bahasa dan perkembangan motorik. Jadi makanan minuman yang tinggi gula itu menyebabkan tekanan gula dalam darah, dan resistensi insulin dan ini mempengaruhi fungsi otak, menurunkan kemampuan belajar anak," imbuhnya.


Selain itu, susu formula yang mengandung maltodekstrin juga dapat membuat anak cepat merasa kenyang. Jika dikonsumsi berlebihan, kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi pola makan anak dan mengurangi asupan nutrisi dari makanan utama.


Risiko kandungan maltodekstrin pada susu formula turut menjadi perhatian bagi Chairman & Founder, FEIHE International, Leng Youbin. Saat mengunjungi beberapa toko ibu dan anak di Jakarta, Youbin kerap menyoroti daftar komposisi pada produk susu formula.


"Saya cukup kaget karena banyak susu formula di Indonesia masih menggunakan susu bubuk sebagai bahan utamanya, serta mengandung perisa sintetik, gula dan maltodekstrin," katanya.


"Susu bubuk sendiri telah melalui proses pemanasan suhu tinggi berulang sehingga banyak nutrisi aktif alaminya sudah berkurang. Selain itu, konsumsi gula dan maltodekstrin yang terlalu tinggi berdampak kurang baik bagi kesehatan anak," lanjutnya.


AceKid, Susu Formula dari Susu Segar & Bebas Maltodekstrin



Grand Launching AceKid 'New Fresh Standard' di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Minggu (7/6/2026).Grand Launching AceKid 'New Fresh Standard' di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Minggu (7/6/2026). Foto: dok. Inkana Izatifiqa R. Putri/detikcom


Sejalan dengan kebutuhan orang tua akan informasi nutrisi yang lebih transparan dan menyeluruh, FEIHE International bersama MAKUKU resmi meluncurkan AceKid ke pasar Indonesia.


AceKid hadir sebagai susu formula pertama di Indonesia yang terbuat dari menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan dasar utama yang berasal dari sumber yang dapat ditelusuri. AceKid juga diformulasikan tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, maupun perisa sintetik.


Youbin mengatakan bahwa kehadiran AceKid merupakan bagian dari komitmen FEIHE dalam menghadirkan pilihan nutrisi anak yang berkualitas dan edukatif bagi keluarga Indonesia.


"Hari ini kami menghadirkan AceKid untuk keluarga Indonesia. Jika saya harus menjelaskan produk kami dengan tiga kalimat, yang akan saya pilih adalah sumber susu yang baik, formula yang baik, dan penyerapan yang baik. Ketiga hal baik inilah yang menjadi fondasi kualitas produk FEIHE," paparnya.


Dari sisi riset, AceKid didukung oleh pengalaman panjang FEIHE serta ekosistem riset terpadu melalui FEIHE Research Institute. Melalui pendekatan riset yang berkelanjutan, pengembangan produk AceKid dilakukan dengan memperhatikan kualitas bahan baku, proses produksi, serta kebutuhan nutrisi anak yang terus berkembang.



Grand Launching AceKid 'New Fresh Standard' di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Minggu (7/6/2026).Grand Launching AceKid 'New Fresh Standard' di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Minggu (7/6/2026). Foto: dok. Inkana Izatifiqa R. Putri/detikcom

Senior Scientist FEIHE International, Zhang Yang menjelaskan FEIHE telah menjalankan lebih dari 40 program riset nasional, menghasilkan 117 publikasi ilmiah terindeks SCI, memiliki 847 paten, menyelesaikan 12 uji klinis, serta berkontribusi dalam penyusunan 66 standar industri. FEIHE juga bekerja sama dengan berbagai institusi terkemuka di dunia, termasuk Harvard Medical School, Peking University, Tsinghua University, dan sejumlah lembaga riset dari tujuh negara.


"Rekam jejak ilmiah ini menjadi fondasi kepercayaan bagi FEIHE dalam menghadirkan produk yang dikembangkan berdasarkan data, riset, dan standar kualitas yang berkelanjutan," papar Yang.


Adapun inovasi ini menjadikan AceKid meraih penghargaan Top Innovation Choice Award 2026 untuk kategori "Susu Formula yang Terbuat dari Natural Whole Milk dengan Sumber Susu yang Dapat Ditelusuri".









Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.