TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman bersama Wakil Bupati Ahmad Kholid, monitoring pengerjaan jalan Balamoa-Kemantran tepatnya di ruas Desa Karangjati, Kecamatan Tarub, Selasa (12/5/2026). 

Hadir mengikuti monitoring Kepala DPUPR Kabupaten Tegal, Bappeda, Asisten 2, Bagian Pembangunan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DIY dan unsur terkait lainnya. 

Pada kesempatan itu, Bupati Ischak mengecek dengan detail seperti ketebalan beton, lebar, dan kualitas jalan yang diperbaiki sepanjang 3,9 kilometer. 

Menjadi akses penghubung dari wilayah pantura ke Slawi dan sebaliknya, pengerjaan jalur Balamoa-Kemantran diharapkan bisa selesai sesuai jadwal yang ditentukan. 

Baca juga: Macet di Pantura Kendal, 2 Jam Kendaraan Belum Jalan

Baca juga: Pipa Besi Jadi Alat yang Digunakan Sugeng Menghabisi Istri dan Mertua di Kebumen

Mengingat semenjak awal perbaikan jalan arus lalu lintas masyarakat cukup terganggu karena harus bergantian melintas. 

Pada jam tertentu terjadi antrean kendaraan mengular panjang. 

"Sesuai hasil monitor kami di ruas jalan Balamoa-Kemantran sepanjang 3,9 kilometer ini progresnya positif dan sesuai jadwal. Terkait anggaran perbaikan cukup besar Rp20 miliar," jelas Bupati Ischak, pada Tribunjateng.com. 

Kualitas jalan, menurut Bupati Ischak cukup bagus yakni pengecoran beton dengan tinggi atau ketebalan 20 cm, lebar 7,4 meter dan badan jalan 6 meter. 

Menggunakan beton ekspos dengan penyelesaian proses akhir marka jalan. 

Progres pengerjaan sendiri menurut Bupati Ischak sekira 83 persen dan termasuk on the track atau sesuai jadwal bahkan lebih cepat. 

"Pengerjaan ruas jalan Balamoa-Kemantran ditargetkan selesai 19 Juni 2026. Waktu pengerjaan selama 180 hari kerja atau sekitar enam bulan. Tepatnya dimulai akhir tahun 2025," terang Bupati Ischak. 

Sesui laporan dari penyedia jasa dan Kapolsek Pangkah, kendala yang terjadi selama proses pengerjaan jalan yaitu arus lalu lintas tersendat. 

Kondisi tersebut dirasa wajar karena akses jalan sedang dalam perbaikan. 

"Untuk sementara truk sumbu 3 atau sering disebut truk tronton tidak boleh melintas dulu sampai perbaikan jalan selesai dan aman dilalui kendaraan khususnya kendaraan besar," ujar Bupati Ischak. 

Sementara itu, warga Desa Karangjati, Kecamatan Tarub, Winarti, berharap proses pengerjaan jalan bisa segera selesai karena merupakan akses utama dan penting bagi masyarakat. 

Selama proses perbaikan jalan, diakui Winarti arus lalu lintas terganggu karena yang biasanya lancar saat ini tersendat terutama saat jam tertentu. 

Utamanya seperti saat pagi hari banyak yang berangkat sekolah dan kerja, begitu juga saat sore hari ketika waktu pulang. 

Akses jalan yang dibuka bergantian dan satu jalur sehingga harus ekstra hati-hati dan bersabar. 

Namun sebagai warga Kabupaten Tegal, Winarti merasa senang karena ruas jalan Balamoa-Kemantran akhirnya diperbaiki dan dibeton. 

"Ya semoga cepat selesai dan bisa digunakan semua seperti biasa. Alhamdulillah sekarang jalannya sudah dibeton semua," imbuh Winarti. (dta) 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.