TRIBUNSTYLE.COM - Selebgram Fujianti Utami atau yang akrab disapa Fuji kembali mengungkap perkembangan baru dalam kasus penggelapan uang yang dilakukan oleh mantan adminnya.
Dalam keterangannya, Fuji menyampaikan bahwa ada fakta yang membuatnya cukup terkejut.
Ia menduga sebagian uang miliknya tidak hanya disalahgunakan, tetapi juga dipakai untuk kepentingan pribadi terlapor.
Salah satu hal yang ia soroti adalah dugaan penggunaan uang tersebut untuk membeli sebuah mobil.
Lebih jauh lagi, mobil itu disebutkan diberikan kepada kekasih dari pihak terlapor.
Pernyataan itu disampaikan Fuji saat mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan. Kedatangannya bertujuan untuk menanyakan perkembangan laporan yang sebelumnya ia buat.
Kasus yang ia laporkan kini diketahui telah naik ke tahap penyidikan. Proses hukum pun mulai berjalan lebih lanjut untuk menelusuri dugaan yang ada.
Di tengah proses tersebut, Fuji mengaku merasa miris.
Baca juga: Tato di Punggung Bawah Jadi Sorotan, Fuji Bereaksi Usai Dicap Salah Pergaulan Gegara Erika Carlina
Ia tak menyangka uang hasil kerja kerasnya sebagai influencer justru disalahgunakan oleh orang yang pernah ia percaya.
"Uangnya untuk, seingat aku, dia pernah belikan mobil ke mantannya ya. Jadi mobilnya itu masih ada di mantannya," ujar Fuji di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).
Karena itu, ketika mengetahui dugaan penyalahgunaan dana, ia merasa sangat dirugikan. Bukan hanya secara materi, tetapi juga secara kepercayaan.
Kasus ini juga menjadi pelajaran berat baginya dalam mengelola tim kerja. Ia menyadari bahwa kepercayaan perlu dibarengi dengan pengawasan yang lebih ketat.
Fuji secara terbuka mengimbau kepada mantan kekasih terlapor untuk memiliki iktikad baik dengan mengembalikan aset tersebut.
Menurutnya, aset yang dibeli dari hasil tindak kejahatan tidak akan membawa keberkahan.
"Untuk mantannya, siapa tahu nonton ya, sesama perempuan kan. Tolonglah, itu uang haram. Karena uangnya itu bukan uang yang kerja halal, itu uang dari korupsi, jadi tolong dibalikin saja," tutur Fuji.
Terkait total nominal uang yang dibawa kabur, Fuji menyebut angkanya cukup fantastis.
Meski tidak merinci secara detail, ia memberikan isyarat bahwa kerugian tersebut menyentuh angka miliaran rupiah.
"Kalau mau kembalikan juga dari mana ya kalau untuk hampir empat digit? Sebenarnya gaji dia juga sudah oke, tapi dia memilih untuk menggelapkan dana. Ternyata memang kayaknya enggak ada puasnya saja," lanjutnya.
Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, menambahkan bahwa penghitungan kerugian secara pasti telah dilakukan oleh pihak penyidik berdasarkan bukti-bukti yang diserahkan.
"Kalau menurut hitungan Kak Uti (Fuji) ya segitu, tapi kan harus kita lihat dari cek terakhir jumlahnya," jelas Sandy.
Melihat rekam jejak pengeluaran terlapor yang dinilai boros untuk membiayai orang lain, Fuji mengaku pesimis uangnya dapat kembali secara utuh.
Ia menduga terlapor tidak memiliki jaminan aset yang cukup untuk menutupi total kerugiannya.
"Satu persen apa lho bisa dia balikin? Entah harus kerja apa dia untuk kembalikan uang segitu. Makanya saya lanjut proses hukum saja, biarin saja dia di dalam penjara. Capek saya kerja," tegas Fuji.
Sebagai informasi, kasus ini telah berjalan sejak Mei 2025.
Terlapor diduga melakukan manipulasi bukti transfer antar-klien untuk menutupi aksinya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.