Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues

TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Putri Betung dan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues pada Minggu (19/4/2026) malam, menyebabkan Sungai Kale Alas meluap. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Gayo Lues Besok 20 April 2026: Hujan Ringan hingga Sedang

Akibatnya, dua unit jembatan gantung yang digunakan masyarakat setempat sebagai jalur alternatif putus total setelah diterjang luapan air sungai tersebut.

Dua Jembatan Gantung Putus Total

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan TribunGayo.com pada Senin (20/4/2026), hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Gayo Lues tersebut menyebabkan air kembali meluap dan menghanyutkan dua unit jembatan penghubung.

Adapun dua unit jembatan yang hanyut tersebut yakni:

  • Jembatan gantung di Desa Agusen Kecamatan Blangkejeren
  • Jembatan gantung di Dusun Atu Sepit Desa Ramung Kecamatan Putri Betung

Baca juga: Innalillahi, Mantan Direktur RSUD Muhammad Ali Kasim Gayo Lues Meninggal Dunia di Medan

Akses Menuju Huntara di Desa Agusen Lumpuh

Pengulu Kute (Kepala Desa) Agusen, Ramadhan kepada TribunGayo.com pada Senin (20/4/2026) membenarkan bahwa Sungai Kale Alas kembali meluap setelah dilanda hujan.

Ia juga menjelaskan bahwa luapan air sungai juga menyebabkan banjir ke permukiman warga di Desa Agusen.

"Beruntung dalam musibah itu tidak ada korban jiwa, akan tetapi warga sempat berjaga-jaga dan was-was sebelumnya," ungkapnya.

Selain itu, banjir dari luapan air sungai tersebut juga telah mengakibatkan akses jalan menuju hunian sementara (Huntara) putus total.

"Kini akses atau jalan menuju hunian sementara dan satu jembatan gantung yang berada di Desa Agusen tersebut terjadi putus total setelah air Sungai Kale Alas itu naik atau meluap kembali," jelas Ramadhan.

Warga Dusun Atu Sepit Terkurung

Secara terpisah, warga Dusun Atu Sepit Desa Ramung, Kecamatan Putri Betung, Saiful yang dibenarkan oleh sejumlah warga lainnya menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air Sungai Kale Alas meluap dan menghanyutkan satu unit jembatan gantung di dessa tersebut. 

Akibatnya, warga di Dusun Atu Sepit yang berada di seberang Sungai Kale Alas harus terisolasi. 

"Kini sejumlah kepala keluarga di Dusun Atu Sepit tersebut yang selama ini tingal di seberang Sungai Kale Alas itu terpaksa terkurung setelah akses jembatan gantung tersebut putus total," pungkas Saiful. (*)

Baca juga: Dua Rumah Warga di Desa Badak Gayo Lues Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.