BOLASPORT.COM - Ganda putra Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik mempertegas sorotan pelatih mereka sendiri Herry Iman Pierngadi atau Herry IP pada All England Open 2026.
Final All England Open 2026 yang berlangsung pada Minggu (8/3/2026) kemarin berakhir dengan memilukan bagi Aaron Chia/Soh Wooi Yik selaku andalan terakhir Malaysia.
Pasangan peringkat 2 dunia tersebut dibungkam dengan permainan solid wakil Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae di Utilita Arena, Birmingham, Inggris.
Menghabiskan durasi selama 63 menit, Chia/Soh tumbang melalui rubber game di tangan pasangan peringkat 1 dunia itu dengan skor akhir 21-18, 12-21, 19-21.
Kekalahan dari Kim/Seo ini jelas menjadi hasil yang mengecewakan bagi Chia/Soh lantaran mereka sudah tiga kali menjadi runner-up di turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu.
Sebelumnya, Chia/Soh gagal meraih gelar turnamen bergengsi ini pada edisi 2019 dan 2024 di mana mereka dikandaskan pasangan Indonesia semuanya.
Dari kekalahan ini, Aaron Chia menegaskan dirinya mendapatkan banyak pelajaran dan meneria semua fakta usai untuk ketiga kalinya gagal meraih gelar di All England Open.
"Tentu saja, kalah lagi itu menyakitkan, tetapi kami telah belajar banyak," kata Aaron Chia, dilansir dari laman NST.
"Kami gagal memenangkan gelar Super 1000 pertama kami, tetapi ini belum waktunya bagi kami," tuturnya menambahkan.
Alih-alih kecewa, Chia ingin kembali fokus membenahi kekurangannya di lapangan dan bersiap untuk event selanjutnya termasuk Thomas Cup 2026 mendatang.
"Masih banyak peluang bagi kami, sekarang kami akan menantikan turnamen lain, termasuk Thomas Cup," ucap Chia.
"Wooi Yik dan saya tetap tampil baik, kami mencapai final dan kalah dari pasangan terbaik di luar sana, masih banyak yang harus kami pelajari," imbuhnya.
Di sisi lain Soh Wooi Yik masih heran dengan hasil akhir ini di mana dia menyebut tak bisa mengendalikan tekanan yang dilancarkan oleh lawan.
Wooi Yik juga mengaku kesalahan kecil yang dilakukan benar-benar menghadirkan dampak besar di laga penting tersebut.
"Saya rasa mereka mendapat keuntungan setelah kami berganti bidang lapangan di gim penentu, kami menyadari situasinya tetapi tidak bisa mengendalikannya,” kata Wooi Yik.
"Saya melakukan kesalahan sederhana yang merugikan kami, tentu saja, ini sangat mengecewakan, tetapi kami harus terus maju," imbuhnya.
Sama seperti Aaron Chia, Wooi Yik juga merasa hasil dari All England Open 2026 ini akan membantunya tatkala tampil pada event besar lainnya.
"Kali ini kami lebih dekat untuk mencapai tujuan kami," ucap Wooi Yik.
"Kami bisa melihat itu dan kami berharap pengalaman di sini akan membantu kami melakukannya dengan benar di turnamen besar berikutnya," imbuhnya.
Pengakuan dari Wooi Yik tersebut sudah diungkapkan oleh Herry IP di mana dia sangat menyayangkan kesalahan yang dibuat sehingga membawa dampak untuk hasil akhir pertandingan.
"Chia/Soh bermain bagus, tetapi mungkin keberuntungan tidak berpihak pada mereka untuk menjadi juara All England Open," kata Herry.
"Namun, mereka harus menyadari kenyataan pahit di level tertinggi, tidak ada ruang untuk kesalahan pada titik-titik krusial."
"Inilah yang menjadi pembeda antara pemenang dan yang kalah," imbuhnya.
Pelatih asal Indonesia yang dikenal dengan julukan Naga Api itu juga tidak menutup mata bahwa level Kim/Seo masih berada di atas Chia/Soh dalam laga final kemarin.
"Chia/Soh bermain bagus tetapi mereka tidak mengendalikan permainan dan seringkali putus asa untuk melakukan serangan mematikan," ucap Herry IP.
"Ganda putra Korea lebih tenang menjelang memasuki fase-fase krusial," imbuhnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.