Jakarta -
Seorang warga China menemukan butiran emas seberat 10 gram di perut bebek ternaknya. Nilainya diperkirakan sekitar Rp 43 juta dan kini masih menunggu uji laboratorium.
Seorang warga desa di China dibuat terkejut saat menyiapkan seekor bebek untuk dimasak. Ia menemukan beberapa butiran emas kecil di dalam perut bebek tersebut.
Dikutip dari Focus Malaysia (9/3), nilai emas yang ditemukan dalam perut bebek itu diperkirakan mencapai sekitar Rp 43 juta.
Pria yang diketahui bermarga Liu itu menemukan kejadian tak biasa tersebut di wilayah Longhui, provinsi Hunan, China.
Pria Ini Temukan Emas Rp 43 Juta di Dalam Perut Bebek Foto: Handout |
Bebek tersebut merupakan hewan ternak yang ia pelihara sendiri secara umbaran atau free-range, sebelum akhirnya disembelih untuk dijadikan hidangan.
Menurut laporan yang dimuat oleh South China Morning Post, Liu awalnya tidak menyadari ada sesuatu yang aneh.
Namun saat membelah dan memeriksa bagian perut bebek, ia melihat beberapa benda kecil berwarna kuning bercampur dengan sisa makanan yang belum sepenuhnya tercerna.
Setelah diperiksa lebih lanjut, butiran tersebut diduga merupakan emas. Laporan setempat menyebutkan total beratnya sekitar 10 gram.
Tampilan emas 10 gram dalam perut bebek. Foto: Handout |
Jika dihitung berdasarkan nilai emas saat ini, jumlah tersebut diperkirakan bernilai sekitar 20.000 yuan atau setara kurang lebih Rp 43 juta.
Untuk memastikan dugaan tersebut, Liu mencoba melakukan uji sederhana. Ia memanaskan butiran tersebut, metode yang sering digunakan secara tradisional untuk membedakan emas dengan logam lain.
Ketika dipanaskan, warna partikel tersebut tidak berubah. Hal ini membuat Liu semakin yakin bahwa benda yang ditemukan di dalam perut bebek itu kemungkinan memang emas.
Meski begitu, pihak berwenang dari Longhui County Natural Resources Bureau mengatakan bahwa diperlukan pengujian lebih lanjut oleh lembaga khusus untuk memastikan jenis logam tersebut.
Ilustrasi peternakan bebek. Foto: Handout |
Di sisi lain, temuan logam dalam tubuh hewan sebenarnya pernah menjadi perhatian ilmuwan.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Junagadh Agricultural University, para peneliti menganalisis urine dari sekitar 400 sapi Gir, yaitu jenis sapi khas DARI wilayah hutan Gir di India.
Melalui metode gas chromatography dan mass spectrometry, para peneliti menemukan jejak emas dalam bentuk ion, yaitu sekitar 3 hingga 10 miligram dalam satu liter urine sapi.
Para ilmuwan kemudian mencoba menelusuri bagaimana logam tersebut bisa muncul di tubuh hewan. Berdasarkan pemahaman ilmiah saat ini, makhluk hidup tidak dapat menghasilkan logam secara alami di dalam tubuhnya.
Kemungkinan besar logam tersebut masuk melalui makanan atau air yang dikonsumsi. Tanaman diketahui mampu menyerap unsur-unsur jejak dari tanah, termasuk partikel logam yang sangat kecil. Tanaman inilah yang kemudian dimakan oleh hewan.
Dengan kata lain, hewan seperti sapi atau bebek tidak benar-benar menghasilkan emas. Namun mereka bisa saja menelan partikel emas dalam jumlah sangat kecil melalui lingkungan dan makanannya.


