TRIBUNJAKARTA.COM - Menjelang Hari Raya Idulfitri, banyak masyarakat menerima Tunjangan Hari Raya (THR) yang biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi hingga tabungan.

Namun, beberapa tahun terakhir, sebagian orang mulai melirik investasi sebagai cara memanfaatkan dana THR agar tidak hanya habis untuk pengeluaran sesaat. Salah satu instrumen yang semakin populer adalah aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum.

Dibandingkan instrumen tradisional seperti emas, kripto dinilai memiliki potensi keuntungan yang jauh lebih besar, meski di sisi lain juga memiliki risiko volatilitas yang lebih tinggi.

Perandingan 308.000 Kali Lipat

Laporan media kripto global CoinDesk menunjukkan,dalam jangka panjang Bitcoin menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik di dunia.

Data yang dihimpun analis pasar Charlie Bilello menunjukkan, sejak 2011 hingga 2025, Bitcoin mencatat total return lebih dari 38 juta persen, jauh melampaui kinerja berbagai aset lain seperti saham, properti maupun emas.

Sebagai perbandingan, emas selama periode yang sama hanya mencatat kenaikan sekitar 126 persen, menjadikannya lebih stabil namun jauh lebih lambat dari sisi pertumbuhan nilai investasi.

Karena itu, sebagian analis menilai kripto dapat menjadi pilihan menarik bagi investor muda yang ingin mengalokasikan sebagian dana THR untuk investasi berisiko tinggi namun berpotensi memberikan imbal hasil besar.

Berdasarkan data Bilello, total imbal hasil bitcoin telah melampaui emas lebih dari 308.000 kali lipat dalam 14 tahun terakhir,

Pada laman yang sama, Trader ternama Peter Brandt turut memberikan pandangannya pada 8 Agustus, dengan membandingkan keunggulan emas sebagai penyimpan nilai dengan potensi bitcoin untuk melampaui semua alternatif mata uang fiat.

“Sebagian orang menganggap emas sebagai penyimpan nilai yang hebat—dan memang demikian. Namun penyimpan nilai terbaik pada akhirnya akan terbukti adalah bitcoin,” tulisnya.

Direktur Global Macro di perusahaan manajemen investasi Fidelity Investments, Jurrien Timmer, menyebut Bitcoin semakin sering dibandingkan dengan emas sebagai penyimpan nilai di era digital.

Menurutnya, indikator risiko investasi Bitcoin kini semakin mendekati emas jika dilihat dari rasio Sharpe atau perbandingan antara risiko dan imbal hasil investasi.

Hal ini membuat sebagian investor mulai memandang Bitcoin sebagai alternatif “emas digital” yang dapat menjadi pelengkap portofolio investasi.

Rasio Sharpe antara Bitcoin dan Emas.
Rasio Sharpe antara Bitcoin dan Emas.

“Saya terus terpesona oleh fakta bahwa aset yang paling berkorelasi negatif dengan Bitcoin adalah emas. Untuk dua pemain dalam tim penyimpan nilai yang sama, ini bukanlah hal yang saya harapkan. Rasio risiko-imbalan Bitcoin terus mengesankan. Tidak ada aset lain yang seperti itu!” kata Timmer, dikutip dari Cointelegraph.

Meski begitu, sejumlah analis mengingatkan bahwa kripto tetap memiliki volatilitas yang jauh lebih tinggi dibanding emas.

Dalam kondisi pasar tertentu, harga Bitcoin bisa bergerak sangat cepat baik naik maupun turun, terutama ketika dipengaruhi sentimen global seperti kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi, atau ketegangan geopolitik.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.