TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus gangguan ginjal pada anak kini semakin sering ditemukan, bahkan pada usia yang sangat muda. 

Sebagian anak harus menjalani perawatan serius hingga cuci darah. 

Kondisi ini membuat banyak orang tua bertanya-tanya, apa sebenarnya yang memicu masalah ginjal sejak dini?

Isu ini tidak sesederhana pola makan semata. Ada faktor anatomi, metabolisme, hingga kebiasaan konsumsi harian yang diam-diam meningkatkan risiko gangguan ginjal pada anak.

Menurut Dr. dr. Widi Atmoko, Dokter Spesialis Urologi subspesialis Uro-Andrologi dari Eka Hospital MT Haryono, gangguan ginjal pada anak dapat muncul dari berbagai penyebab yang saling berkaitan.

Gangguan Anatomi dan Faktor Genetik Sejak Lahir

Sebagian kasus gangguan ginjal pada anak berkaitan dengan kelainan struktur saluran kemih. 

Penyempitan pada saluran yang seharusnya normal dapat menghambat aliran urin dan memicu masalah jangka panjang. Selain itu, faktor metabolisme juga berperan besar. 

Baca juga: Tantangan Utama Pasien Transplantasi Ginjal di Indonesia, Akses, Biaya dan Obat

Pada beberapa anak, terdapat kecenderungan genetik yang membuat kadar kalsium dalam urin lebih tinggi dari normal. 

Kondisi ini meningkatkan risiko pembentukan batu sejak dini.

“Jadi beberapa kasus itu cukup sering juga masalah dari turunan genetik," ungkapnya dalam Grand Launching Summit Robotic & Endourology Institute di Eka Hospital MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (18/2/2026). 

Pemeriksaan metabolik melalui tes urin dan darah dapat membantu mendeteksi risiko ini lebih awal. 

Dari pemeriksaan tersebut, dokter dapat menilai kemungkinan gangguan hormon atau ketidakseimbangan kalsium yang berkontribusi pada pembentukan batu ginjal.

Malnutrisi dan Dehidrasi Bisa Memperparah Risiko

Tak hanya faktor bawaan, kondisi nutrisi anak juga berpengaruh. 

Anak yang mengalami malnutrisi, sering diare, atau dehidrasi memiliki risiko lebih tinggi terhadap pembentukan batu ginjal.

Kehilangan cairan berulang membuat keseimbangan mineral dalam tubuh terganggu. 

Dalam jangka panjang, situasi ini mempermudah terbentuknya endapan yang dapat berkembang menjadi batu ginjal.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kesehatan ginjal anak sangat bergantung pada kecukupan nutrisi dan hidrasi harian.

Konsumsi Natrium Tinggi Jadi Ancaman Tersembunyi

Kebiasaan makan camilan tinggi garam, seperti makanan ringan kemasan, juga menjadi perhatian. 

Kandungan natrium yang tinggi terbukti meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

“Jadi yang asin-asin, pokoknya makin sering banyak makan asin, makin berisiko kita timbul batu ginjal,"sambungnya. 

Semakin sering anak mengonsumsi makanan tinggi natrium, semakin besar potensi gangguan ginjal di kemudian hari. 

Karena itu, pengawasan pola makan menjadi langkah penting yang bisa dilakukan orang tua sejak dini.

Risiko Diabetes pada Anak Ikut Berperan

Konsumsi gula berlebih tidak secara langsung memicu batu ginjal, tetapi berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes. 

Ketika diabetes terjadi, risiko gangguan ginjal ikut meningkat.

“Ketika pasien tersebut sudah mengalami diabetes, maka dia faktor risiko terbentuknya ginjal juga makin naik,"imbuhnya. 

Fenomena diabetes pada anak kini tidak lagi jarang ditemukan. 

Perubahan pola makan modern membuat anak lebih rentan terhadap gangguan metabolik yang berdampak pada kesehatan ginjal.

Pentingnya Deteksi Dini dan Pola Hidup Seimbang

Gangguan ginjal pada anak sering berkembang secara diam-diam. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan medis menjadi penting, terutama pada anak dengan riwayat keluarga atau gejala berulang.

Pendekatan yang mindful dan humanis dimulai dari hal sederhana.

Di antaranya menjaga asupan cairan, membatasi makanan tinggi garam, serta memastikan nutrisi anak terpenuhi dengan baik. 

Kombinasi faktor genetik dan gaya hidup membuat peran orang tua sangat krusial dalam melindungi kesehatan ginjal anak.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor risiko ini, orang tua dapat mengambil langkah pencegahan sejak awal, sehingga anak memiliki peluang tumbuh sehat tanpa gangguan ginjal di masa depan.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.