TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Melaksanakan puasa Ramadhan juga dibarengi kewajiban membayar Zakat Fitrah.
Waktu mengeluarkan zakat ini waktunya dimulai sejak tanggal 1 Ramadhan hingga tanggal 1 Syawal sebelum khatib Shalat Id naik ke mimbar.
Waktu yang dibolehkan atau mubah, kedua waktu yang di sunnahkan serta waktu yang wajib.
Hukum dari ketiga waktu ini pun disesuaikan dengan kewajiban setiap muslim membayar zakat.
Makanya dianjurkan untuk membayar zakat fitrah di akhir-akhir Ramadhan sebelum Khatib naik mimbat untuk khutbah.
Sedangkan untuk waktu pembayarannya sebenarnya sudah boleh dilakukan sejak masuk tanggal 1 Ramadhan.
Lantas manakah waktu yang paling utama untuk membayar zakat.
Berdasarkan sejumlah pendapat ulama adalah yang mendekati Hari Raya Idul Fitri.
Tujuannya supaya penerima atau Muztahik ini dapat menikmati zakat yang diterimanya dalam momen hari raya.
Baca juga: Data Imsyakiyah Kapuas Hulu Ramadhan 2026, Buka Puasa dan Jadwal Shalat Lengkap
1. Waktu Mubah Bayar Zakat Fitrah
Zakat Fitrah boleh (mubah) dikeluarkan pada awal atau hari menjelang hari raya idul Fitri.
Menurut Imam Syaf'i boleh mengeluarkan zakat sejak permulaan bulan Ramadhan.
Sedang menurut Imam Mlik dan Ahmad mengeluarkan zakat fitrah boleh sehari atau dua hari sebelum hari Raya Idul Fitri.
2. Waktu Sunnah Bayar Zakat Fitrah
Sebelum shalat Subuh sebelum Shalat Idul Fitri waktu tersebut sunnah jika membayar zakat firah.
3. Waktu Wajib Bayar Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib mulai ditunaikan ketika matahari terbenam pada ramadhan terakhir.
Niat Zakat Fitrah
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكاَةَ اْلفطر عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًالِلهِ تَعَالَى
“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Seluruh Anggota Keluarga, Termasuk Diri Sendiri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Istri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi (…..) fardhan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku … (sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti (…..) fardhan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku … (sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Orang Lain yang Diwakilkan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk … (sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Taala.”
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.