TRIBUNJAKARTA.COM - Puluhan siswa dari berbagai sekolah dan madrasah di Jakarta turut ambil bagian dalam aksi penanaman 2.000 bibit pohon.

Proses penanaman pohon sejalan dengan gerakan ”Kelola e-Waste, Sayangi Bumi” berlangsung di Sentul Edu Eco Tourism Forest, Bogor,  pada Senin (19/1/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan peduli lingkungan dan upaya pemulihan ekosistem.

Aksi tanam pohon ini menjadi kelanjutan dari program pengelolaan limbah elektronik yang berhasil menghimpun lebih dari 3 ton e-waste, sekaligus menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sejak dini.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian gerakan pengelolaan e-waste yang berlangsung sejak 14 Oktober hingga 31 Desember 2025, melibatkan berbagai pihak, mulai dari kalangan pendidikan, mitra usaha, hingga masyarakat umum. 

Melalui kegiatan ini, para siswa diajak berkontribusi secara langsung dalam pelestarian alam.

Mereka juga dibekali pemahaman mengenai dampak limbah elektronik, pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, serta peran mereka sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

"Keberlanjutan bukan sekadar program, melainkan panggilan dan komitmen untuk bertindak," ujar President Director Acer Indonesia, Leny Ng dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Sebanyak 250 siswa dari berbagai sekolah dan madrasah di Jakarta turut ambil bagian dalam aksi penanaman 2.000 bibit pohon. Proses penanaman pohon sejalan dengan gerakan ”Kelola e-Waste, Sayangi Bumi” berlangsung di Sentul Edu Eco Tourism Forest, Bogor,  pada Senin (19/1/2026).
Puluhan  siswa dari berbagai sekolah dan madrasah di Jakarta turut ambil bagian dalam aksi penanaman 2.000 bibit pohon. Proses penanaman pohon sejalan dengan gerakan ”Kelola e-Waste, Sayangi Bumi” berlangsung di Sentul Edu Eco Tourism Forest, Bogor,  pada Senin (19/1/2026). (TribunJakarta)

Menurutnya, setiap perangkat e-waste yang terkumpul dan setiap pohon yang ditanam membawa harapan bagi lingkungan yang lebih baik.

Keberhasilan mengumpulkan lebih dari 3 ton e-waste dan melanjutkannya dengan penanaman 2.000 pohon ini lahir dari kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak.

“Kami percaya bahwa ketika teknologi, tanggung jawab, dan kepedulian dapat berjalan bersama, kita tidak hanya melindungi alam hari ini, tetapi juga mewariskan masa depan bagi generasi mendatang”, ujar Leny Ng.

Selain meningkatkan tutupan hijau dan daya serap karbon, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen terhadap penerapan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular dalam menjaga keseimbangan ekosistem di masa depan.

Dari Sampah Jadi Aksi Heroik

Seluruh e-waste yang terkumpul dikelola oleh mitra pengelola resmi, untuk memastikan proses daur ulang dan pemusnahan dilakukan secara aman, bertanggung jawab, serta selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Untuk menumbuhkan kesadaran pelestarian lingkungan sejak dini, ada juga pelatihan “Dari Sampah Elektronik, Jadi Aksi Heroik” di lima sekolah dan madrasah, yang melibatkan dua ratus lima puluh siswa. 

Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pemahaman mengenai dampak sampah elektronik, praktik pemilahan e-waste di lingkungan sekitar, serta peran mereka sebagai agen perubahan yang mendorong kepedulian lingkungan di komunitas masing-masing.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan sekaligus penguatan pendekatan ekonomi sirkular yang terintegrasi.

Seluruh program dijalankan dengan mengedepankan prinsip good governance, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Berita Terkait

  • Baca juga: Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Pohon Tumbang Timpa Mobil Melintas di Jalan Panjang Jakbar
  • Baca juga: Allano Persija Hadapi Rasisme: Pohon Berbuah Lebat Adalah Pohon yang Paling sering Dilempari Batu
  • Baca juga: Antisipasi Kecelakaan, Polda Metro Jaya Pangkas Ranting Pohon Halangi Pandangan di Flyover Antasari

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.