Laporan Wartawan Grup SURYA.co.id, Hanggara Pratama
SURYA.co.id, SAMPANG - Ahmadi Sulton menjadi korban tragedi robohnya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Sulton, yang masih duduk di bangku santri tingkat awal, selamat karena posisinya berada di bagian bangunan lama saat salat berjamaah berlangsung.
Pemuda asal Desa Majengan, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, ini berada di barisan ketiga, tepat di belakang imam.
Sementara reruntuhan bangunan menimpa barisan depan, tempat puluhan santri lain, termasuk sepupunya sendiri, Muhammad Mashudulhaq (14), berada.
"Waktu itu saya di barisan belakang, di bangunan lama. Alhamdulillah selamat. Tapi teman-teman yang di depan, termasuk Mashudulhaq, tertimpa reruntuhan," kata Sulton Jumat (3/10/2025).
Lebih memilukan, sebelum musibah terjadi, Sulton sempat berbincang dengan Mashudulhaq yang kini telah dimakamkan di kampung halaman.
Obrolan singkat itu ternyata menjadi pertemuan terakhir mereka.
"Sebelum roboh, saya masih ngobrol sama Mashudulhaq. Tidak menyangka itu jadi obrolan terakhir kami," terangnya.
Bagi Sulton, selamat dari tragedi itu adalah sebuah anugerah.
Namun kehilangan sahabat sekaligus sepupu yang setiap hari menemaninya di pondok menjadi luka mendalam yang sulit ia lupakan.
Kini, doa dan harapan terus dipanjatkan agar seluruh korban santri yang masih dalam proses evakuasi dapat segera ditemukan.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.